Ebleg dan Tiga Tari Tradisional Ini Harus Kamu Tonton Kalau ke Kebumen

Cepetan, Keselong, Lawet, dan Ebleg merupakan kesenian tari dari Kebumen. Masing-masing tarian ini memiliki gerakan yang unik dan sarat makna. Kulik lebih jauh tentang tarian ini, yuk!

Ebleg dan Tiga Tari Tradisional Ini Harus Kamu Tonton Kalau ke Kebumen
Gamelan dalam kesenian Ebleg. (djangkarubumi.com)

Inibaru.id – Selain memiliki tradisi unik, Kabupaten Kebumen juga memiliki tari-tarian yang menarik. Ebleg, Lawet, Cepetan, dan Keselong merupakan tari-tarian yang berasal dari kabupaten ini. Setiap tarian tentu punya gerakan khasnya masing-masing. Seperti apa keempat tarian tersebut?

Ebleg

https://i.ytimg.com/vi/XbNw5zsZt4k/maxresdefault.jpg

Ebleg. (ytimg.com)

Ebleg merupakan kesenian yang menjadi cikal bakal lahirnya kuda lumping. Kesenian ini telah berkembang sejak Kebumen masih bernama Panjer. Nggak heran ketika melihat tarian ini, kamu bakal menjumpai para penari memegang kuda dari anyaman bambu.

Saat menari, mereka diiringi musik yang berasal dari kendang, gong, gamelan pelog, dan terompet dengan suara yang khas.

Selain musik, gending atau lagu turut pula dilantunkan. "Eling-Eling" dan "Rito-Rito" dari Kitab Sastra karya Sultan Agung Hanyakrakusuma biasanya menjadi gending-gending yang dilantunkan dalam tarian ini.

Lawet

http://3.bp.blogspot.com/-kkzC4ymuK2Q/UdO2cS0cBeI/AAAAAAAAAhs/NZIyz9AnqiI/s1600/DSC_0283.JPG

Tari lawet. (sma1kebumen.blogspot.com)

Lincah, ceria, bebas! Itulah makna-makna yang ingin disampaikan lewat tarian Lawet. Dengan kostum menyerupai burung, penari Lawet membuat gerakan loncat, menyucuk, dan melompat. Gerakan-gerakan ini menggambarkan bagaimana usaha seekor burung bertahan hidup di alam bebas.

Cepetan

https://4.bp.blogspot.com/-pS3gAYh5adQ/WW73qxAYofI/AAAAAAAAAQc/XiJ_RxIhsEYQTihtMoASAqkv3jt2AbPiwCLcBGAs/s1600/Tari%2BCepetan%2BKebumen.jpg

Cepetan. (kebumenhow.com)

Dalam tari Cepetan, para pemain akan membentuk posisi empat mata arah angin. Sebelum mulai menari, mereka bersujud pada empat penjuru itu.

Ini merupakan simbol dari kepercayaan Jawa yang berbunyi, “Sedhulur papat, lima pancer”. Diiringi musik gamelán, simbal, bedug, dan saron, aksi tarian ini biasanya ditutup dengan aksi pemain yang kesurupan.

Keselong

http://2.bp.blogspot.com/-vj7L2Dm3FOA/T8R80n2uFSI/AAAAAAAAAn4/OcbiwDPE1Ew/s320/condong.jpg

Tari Keselong. (juniaminudin.blogspot.com)

Tari Keselong menyimpan cerita sekaligus petuah yang menarik untuk anak-anak. Dalam tarian ini diceritakan beberapa anak yang kerap bermain di sebuah lereng hingga lupa waktu.

Lantaran terlalu asyik, mereka sampai tidak sadar seorang kawan mereka hilang. Setelah menyadari salah satu teman mereka hilang, anak-anak itu lantas mencarinya. Mereka berhasil menemukan temannya karena mendengar tangisan di tengah kuburan. Hih, serem!

Dari keempat tarian itu, mana yang paling kamu sukai? Kebumen ternyata memang memiliki kesenian-kesenian yang unik, ya! Ada yang pernah menonton? (IB15/E03)