Dulu Menguasai Jawa, Di Mana Letak Kerajaan Kalingga, Pekalongan atau Jepara?

Dulu Menguasai Jawa, Di Mana Letak Kerajaan Kalingga, Pekalongan atau Jepara?
Candi Angin, salah satu peninggalan Kerajaan Kalingga yang masih tersisa. (Twitter/Djati Utomo)

Kalingga menjadi salah satu kerajaan Hindu-Buddha pernah menguasai pesisir pantai utara Jawa Tengah. Tapi, lokasi tepat dari pusat kerajaan ini masih jadi perdebatan. Di Pekalongan atau Jepara, ya?

Inibaru.id – Kerajan Kalingga adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang pernah berjaya dalam sejarah peradaban di tanah Jawa. Pada abad ke-6, Kalingga menjadi satu-satunya kerajaan besar di Jawa bagian tengah sekaligus penguasa pesisir pantai utara, lo.

Yang menarik, di puncak kejayaannya, Kerajaan Kalingga dipimpin seorang perempuan bernama Ratu Shima (674 – 695 M). Dia dikenal tegas dan keras sehingga membuat kerajaan ini maju di bidang ekonomi, militer, agama, pertanian, kerajinan tangan, dan perdagangan. Kala itu, Kerajaan Kalingga bahkan sudah menjalin relasi perdagangan dengan Tiongkok, lo.

Meski sejarah mencatat Kalingga sebagai penguasa Jawa Tengah bagian utara. Letak pusat kerajaannya masih jadi perdebatan. Ada yang menyebutnya berada di Pekalongan. Tapi, ada juga yang menyebutnya ada di Jepara.

Potret pelabuhan Pekalongan pada 1911, yang pada masa Kerajaan Kalingga menjadi tempat perdagangan yang tidak pernah sepi. (GoodnewsfromIndonesia) 
Potret pelabuhan Pekalongan pada 1911, yang pada masa Kerajaan Kalingga menjadi tempat perdagangan yang tidak pernah sepi. (GoodnewsfromIndonesia) 

Jika kita menilik sumber sejarah, lokasi kerajaan ini memang kurang jelas. Salah satu catatan dari zaman Dinasti Tang (618-906 M) menyebut Kalingga terletak di sebelah barat Po-li (Bali), di sebelah timur To-po-Teng (Sumatera), di bagian selatan Chen-la (Kamboja), dan dibatasi oleh lautan.

Sementara itu, di catatan Cheng Ho, seorang panglima asal Dinasti Ming, tertulis armadanya pernah singgah di wilayah bernama Poe-Chung-Lung atau yang kemudian diidentifikasi sebagai Pekalongan, salah satu kota di pesisir utara Jawa Tengah.

Omong-omong, Pekalongan pada masa itu dikenal sebagai pelabuhan besar dan jadi pusat perniagaan Kerajaan Kalingga, Millens.

Menariknya, peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Kalingga justru ditemukan di Jepara. Contohlah, ada Candi Angin dan Candi Bubrah yang ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Saat kamu berkunjung ke Jepara, kamu bisa mampir ke Candi Angin yang letaknya di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. (keling.jepara.go.id)
Saat kamu berkunjung ke Jepara, kamu bisa mampir ke Candi Angin yang letaknya di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. (keling.jepara.go.id)

Ada juga Situs Puncak Songolikur yang terletak di Puncak Rahtawu (Gunung Muria) yang letaknya dekat dengan Kecamatan Keling. Di sana, ditemukan empat arca batu, yaitu Batara Guru, Narada, Togok, dan Dewa Wisnu. Selain itu, terdapat enam arca pemujaan yang bisa ditemukan dari bawah hingga puncak candi bernama Bambang Sakri, Abiyoso, Jonggring, Sekutem, Pandu Dewonoto, dan Kamunayoso.

Gara-gara penemuan sejumlah peninggalan tersebut, nama Kecamatan Keling pun dipercaya sebagai turunan dari Kerajaan Kalingga.

Duh, jadi penasaran ya, Millens. Kalau menurutmu, kira-kira pusat Kerajaan Kalingga di Jepara atau di Pekalongan, Millens(Tir, Tem/IB32/E07)