Engklek: Asli Inggris, Dibawa Anak-Anak Belanda ke Nusantara, Jadi Dolanan Tradisional di Indonesia

Sebagai permainan tradisional, engklek rupanya nggak berasal dari Nusantara, lo. Anak-anak Belanda dan keturunan Belanda berjasa memperkenalkan permainan ini sebelum akhirnya populer di Indonesia.

Engklek: Asli Inggris, Dibawa Anak-Anak Belanda ke Nusantara, Jadi Dolanan Tradisional di Indonesia
Engklek dibawa ke Indonesia oleh orang-orang Belanda. (Idcmore)

Inibaru.id – Melompat-lompat dan bikin badan jadi sehat! Hm, rasanya ini jadi sebagian manfaat yang bisa kamu dapatkan dari bermain engklek. Ya, meski sederhana, permainan ini disukai anak-anak sejak zaman penjajahan, lo. Sudah pernah mendengar gimana sejarahnya?

Di Indonesia, engklek diduga diperkenalkan untuk kali pertama oleh penjajah Belanda. Dalam bahasa Belanda, permainan ini disebut Zondaag Maandag. Meski nggak ada bukti otentik yang menguatkannya, dugaan ini muncul lantaran permainan lompat-melompat sudah lebih dulu populer di Eropa.

Pada masa perang dunia, ini merupakan salah satu permainan yang cukup sering dimainkan anak perempuan Eropa.

https://secure.i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02830/hopscotch_2830567b.jpg

Engklek atau hopscotch berasal dari Inggris, kemudian menyebar ke beberapa wilayah di Eropa, termasuk Belanda. (Telegraph)

Anak-anak Belanda pada masa kolonialisme kemudian membawa permainan ini ke Nusantara. Nah, engklek pun kemudian ditiru sebagian besar anak pribumi, baik perempuan maupun lelaki. Engklek gampang ditiru lantaran permainan ini nggak membutuhkan alat-alat yang rumit dan mahal, yakni cukup membuat garis di tanah.

Ketika Indonesia merdeka, engklek semakin dikenal masyarakat secara luas. Anak-anak di pedesaan Jawa Tengah menjadikannya sebagai salah satu permainan favorit mereka.

Nama yang Berbeda

Dari zondaag maandag dalam bahasa Belanda, engklek kemudian diadopsi dalam bahasa setempat menjadi sudah manda, suda manda, atau sunda manda. Namun, di Jawa, masyarakat menyebutnya engklek.

Sementara itu, masyarakat Gorontalo menyebut engklek sebagai tengge-tengge. Sebutan ini berbeda dengan di Merauke, yakni gili-gili. Adapun warga Betawi menyebut engklek sebagai deprok, sedangkan masyarakat Bangka Belitung menyebutnya cak lingking.

Bermain engklek atau sunda manda. (Shutterstock)

Hm, berbahagialah kamu yang pernah mengisi masa kecilmu dengan permainan ini. Yap, karena selain baik untuk kesehatan, engklek juga penuh filosofi.

Kalau rindu, nggak ada salahnya ajak teman-teman bermain engklek, kok. Jangan sungkan! Yuk, lompat-lompat dan bergembira bersama! (IB15/E03)