Di Balik Tradisi Asrah Batin di Grobogan, Terdapat Kisah Sepasang Kekasih yang Mengharukan

Di Balik Tradisi Asrah Batin di Grobogan, Terdapat Kisah Sepasang Kekasih yang Mengharukan
Tradisi Asrah Batin di Grobogan. (Kompas/Puthut Dwi Putranto Nugroho)

Kisah sejoli yang gagal menikah lantaran ternyata memiliki hubungan darah menjadi inti dari tradisi ini. Asrah Batin namanya. Berlangsung di Grobogan, salah satu ritualnya adalah menyeberangi sungai. Hm, menarik?

Inibaru.id – Kabupaten Grobogan memiliki tradisi unik yang disebut Asrah Batin. Tradisi ini biasanya digelar pada Minggu Kliwon setelah Muharam.

Digelar oleh warga Desa Ngombak dan Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, tradisi tersebut bertujuan untuk memperingati kisah sepasang kekasih yang gagal menikah lantaran ternyata memiliki hubungan darah.

Sepasang saudara itu adalah keturunan bangsawan yang bernama Raden Sutejo dan Raden Ayu Mursiah. Meski batal menikah, Raden Sutejo memutuskan tetap datang mengunjungi saudaranya. Pesta yang semula digelar untuk memeriahkan pernikahan kemudian menjadi temu kangen.

Tradisi Astah Batin di Grobogan. (Kompas/Puthut Dwi Putranto Nugroho)

Prosesi Asrah Batin dimulai dengan Kepala Desa Karanglangu bersama ratusan warga menyebarangi Sungai Tuntang. Menggunakan rakit, mereka disambut kepala Desa Ngombak.

Selama beramah-tamah, mereka pun melakukan tradisi pembagian badek (air tapai) dan boreh (serbuk bedak). Sesi inilah yang paling ditunggu warga lantaran berlangsung meriah.

Hm, tradisi yang unik ya. Kisah sedih Raden Sutejo dan Raden Ayu Marsiah ini juga menjadi awal kebahagiaan baru bagi mereka. Kalau di tempatmu, adakah tradisi yang bermula dari cerita rakyat seperti ini? (IB15/E03)