Desa-Desa Wisata Kabupaten Semarang Unjuk Gigi di Festival Rawapening

Kabupaten Semarang memiliki 30 desa wisata, 23 di antaranya mengikuti Festival Rawapening pada 12-13 Mei 2018. Bagaimana keseruannya?

Desa-Desa Wisata Kabupaten Semarang Unjuk Gigi di Festival Rawapening
Stand Desa Wisata Kebondowo. (inibaru.id/Faidah Umu)

Inibaru.id – Festival Rawapening 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang berlangsung meriah. Festival yang berlangsung selama dua hari (12-13 Mei 2018) tersebut dibuka dengan seremonial berupa larungan di danau alami Rawapening pada 12 Mei 2018 yang dilakukan oleh Bupati Semarang Mundjirin beserta jajarannya.

Selain acara larungan ada juga lomba-lomba menarik yang ditujukan kepada desa wisata yang ada di Kabupaten Semarang. Lomba-lomba itu antara lain lomba lukis payung, lomba jajanan khas (oleh-oleh), lomba kreasi cinderamata, dan lomba desa wisata.

Dalam festival ini seluruh desa wisata di Kabupaten Semarang diberikan kesempatan untuk memamerkan serta promosi potensi wisata yang ada di desanya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih mengatakan, festival ini bertujuan untuk mempromosikan desa wisata dan potensi kabupaten.

“Ada banyak paket wisata. Ada wisata edukasi, sejarah, religius, dan lain-lain,” ungkap Dewi.

Kreasi cenderamata Desa Kebondowo (inibaru.id/Faidah Umu)

Ada sekitar 23 desa wisata dari 218 desa di Kabupaten Semarang yang ikut serta dalam festival ini. Selain itu, ada pula pelaku-pelaku pariwisata seperti Perhimunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI), Komunitas Balangga dan UMKM. Selain peserta dari Kabupaten Semarang, daerah Kedungsepur seperti Kendal, Demak dan Salatiga juga ikut serta dalam festival desa wisata.

Dari puluhan desa wisata yang mengikuti kompetisi, Dusun Penggaron Wetan, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru meraih anugerah desa wisata terbaik di Kabupaten Semarang. Sedangkan Dusun Dampu, Desa Nganoman, Kecamatan Ungaran Timur, menjadi juara dua, sementara Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, menempati posisi ketiga.

Dewi mengatakan, Festival Rawapening dan Desa Wisata ini merupakan perhelatan perdana yang digelar di Rawapening. Sebelumnya, festival tersebut diselenggarakan di Gedong Songo, Bandungan. Dia juga mengungkapkan, festival tahunan dinas pariwisata yang digelar di Bukit Cinta Rawapening ini rencana akan tetap diselenggarakan di sana.

"Jadi untuk tahun mendatang memang rencana akan tetap digelar di Rawapening," jelasnya.

Kesenian Desa Lerep (inibaru.id/Faidah Umu)

Dewi berharap, kegiatan ini bisa membuat desa wisata yang ada di Kabupaten Semarang akan semakin bersemangat untuk mengembangkan lagi potensi desanya, meningkatkan perekonomian masyarakat, menekan pengangguran, dan menekan pemuda untuk urbanisasi.

"Mereka (pemuda) itu diberi kepercayaan bagaimana mengembangkan desanya. Keberadaan pokdarwis juga bisa menekan urbanisasi, kemiskinan, dan pengangguran,” terang Dewi.

Potensi wisata Semarang yang begitu besar memang nggak boleh disia-siakan. Semoga dengan festival ini dan pendampingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, desa-desa wisata di Kabupaten Semarang bisa semakin maju ya, Millens! (Faidah Umu/E03)