Deretan Rumah Mewah di Bubakan, Desa Tukang Bakso di Wonogiri

Deretan Rumah Mewah di Bubakan, Desa Tukang Bakso di Wonogiri
Desa Bubakan, Wonogiri, Jawa Tengah yang melahirkan banyak milyarder bakso dan jamu. (Instagram/wonogirikita)

Banyak perantauan dari desa yang biasa bekerja serabutan atau banyak sektor berbeda. Namun di Desa Bubakan, Wonogiri, ini mereka sepakat berjualan makanan dan minuman yang sama.

Inibaru.id – Suasana sepi terlihat di Desa Bubakan, Wonogiri, Jawa Tengah. Desa yang letaknya di selatan Gunung Lawu ini memang memiliki udara yang sejuk dan segar.

Meski sepi, ada satu yang bikin kita mengernyitkan mata jika berkunjung ke sana.

Mayoritas rumah di sana berdiri megah dan mewah seperti rumah-rumah yang ada di ibukota. Padahal, tanah di desa tersebut terbilang nggak rata karena letaknya yang berada di area pegunungan. Rumah-rumah ini biasanya hanya dihuni anak-anak atau kerabat, sementara pemiliknya pergi merantau ke kota.

Mereka merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Namun, banyak juga yang mengadu nasib hingga Sumatra dan Kalimantan.

Merantau untuk Berdagang

Banyak dari pedagang bakso keliling yang berasal dari desa. (Kompas)
Banyak dari pedagang bakso keliling yang berasal dari desa. (Kompas)

Para perantau tersebut bekerja sebagai pedagang. Biasanya, perantau laki-laki berdagang bakso baik itu keliling atau mangkal di ruko-ruko. Sedangkan para perempuan berjualan jamu. Pekerjaan ini dilakukan hampir 60 persen dari total lima ribu penduduk Bubakan.

Deretan rumah mewah di Bubakan bisa dibilang jadi simbol kesuksesan mereka di tanah rantau. Lain lagi dengan kondisi mereka di perantauan. Di sana, mereka memilih berhemat dengan mengontrak rumah. Pundi-pundi uang yang terkumpul mereka bawa ke kampung halaman.

Ihwal Mula Perantau

Fenomena banyaknya warga yang pergi merantau ke kota bisa dirunut sejak 1980 silam. Waktu itu ada seorang pengusaha sukses asal Sukoharjo bernama Mbah Joyo yang mengajak beberapa warga untuk ikut dengannya. Mereka diminta menjualkan dagangan Mbah Joyo berupa bakso dan jamu.

Berbekal ilmu yang didapat selama ikut Mbah Joyo, mereka memberanikan diri membuka usaha sendiri. Beberapa yang sukses akhirnya mengajak warga untuk ikut merantau.

Kesuksesan mereka rupanya membuat warga lain terinspirasi untuk mengadu nasib di daerah lain. Lambat laun, banyak warga Desa Bubakan yang menjadi perantau di pelbagai kota di Indonesia.

Hm, kalau penjual bakso dan jamu di tempatmu berasal dari Wonogiri juga nggak, Millens? (Sol, Goo/IB31/E05)