Dengan Among-Among, Orang Tua di Kebumen Panjatkan Rasa Syukur

Sebagai ungkapan rasa syukur atas kesehatan anak balita, orang tua di Kebumen biasanya membuat among-among. Dengan nasi dan lauk-pauk dalam tampah, among-among dibagikan pada anak-anak lainnya. Seperti apa tradisi unik ini?

Dengan Among-Among, Orang Tua di Kebumen Panjatkan Rasa Syukur
Among-among. (Beritakebumen.info)

Inibaru.id – Jawa Tengah memiliki pelbagai macam tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur. Di Kabupaten Blora, untuk mengungkapkan rasa syukur atas kesehatan anak yang masih balita, terdapat tradisi Tironan. Tradisi ini rupanya ada pula di Kabupaten Kebumen dengan nama Among-Among.

Saat melakukan among-among, orang tua si anak akan menyajikan nasi di sebuah tampah berukuran besar yang telah dilapisi daun pisang. Tampah ini kemudian diisi dengan pelbagai lauk-pauk seperti tempe goreng, remahan kerupuk, sayur, telur rebus, dan urapan. Sekilas, lauk-pauk ini mengingatkan pada tumpeng, ya!

Sajian ini lantas dimakan bersama oleh anak-anak. Mereka mengelilingi tampah dan saling berbagi lauk-pauk. Pemilik hajat biasanya menyuruh anak-anak itu melahap habis makanan di depan mereka.

Jika makanan sudah habis, air dari daun tawa (dadap) kemudian dicipratkan si pemilik hajat ke anak-anak tersebut. Sambil mencipratkan air, doa dan harapan untuk si anak pun dipanjatkan.

Tradisi among-among nggak soal puji syukur saja, Millens. Tradisi ini menggambarkan keimanan, kesederhanaan, kebersamaan, dan kepedulian pada sesama. Hm, ternyata, punya nilai filosofi yang mendalam ya!

Adakah tradisi serupa di daerahmu? Kalau ada, apa namanya? (IB15/E03)