Dari Pahitnya Penjajahan, Lahirlah Topeng Ayu di Dewi Menari Tanon

Semarang memiliki banyak kesenian menarik, salah satunya kesenian tari Topeng Ayu. Berawal dari perlawanan rakyat terhadap penjajah Belanda, tarian ini kemudian tercipta. Seperti apa kisahnya?

Dari Pahitnya Penjajahan, Lahirlah Topeng Ayu di Dewi Menari Tanon
Tari Topeng Ayu. (Ardyanta.com)

Inibaru.id – Ditarikan oleh sejumlah perempuan muda, tari ini menjadi tradisi yang cukup dikenal di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tari Topeng Ayu namanya. Kendati bernama Topeng Ayu, semula tari tersebut nggak berkaitan sama perempuan secara spesifik, lo!

Sebelum berganti menjadi Topeng Ayu, tarian ini semula bernama Topeng Ireng. Dalam bahasa Jawa, ireng berarti hitam. Kata hitam ini berasal dari kisah perjuangan warga Desa Ngrawang terhadap penjajah Belanda.

(Baca Juga: Rancak Menari Tunggangi Kuda-Kuda Debog di Desa Menari Tanon)

Lantaran nggak memiliki senjata yang kuat, warga mengalahkan para penjajah melalui strategi kamuflase. Dengan menaburkan “angus” dari pantat panci ke tubuh dan wajah, mereka bisa nggak terlihat pada malam hari. Nah, saat itulah warga menyerbu markas prajurit Belanda dan menjarah semua senjata.

https://2.bp.blogspot.com/-VACGNEps2fs/UU-06DAvfpI/AAAAAAAADd8/ltlkAofVR1k/s1600/_MG_6108.JPG

Penari Topeng Ayu. (Ardiyanta.com)

Seiring perkembangannya, tarian ini berganti nama karena para penarinya tampil menarik. Sebelum tari ini dipentaskan, warga akan berdiri melingkar untuk menyanyikan lagu “Desaku yang Ku Cinta” bersama-sama. Usai menyanyi, barulah para penari masuk.

Di tengah pertunjukan, para penari biasanya juga meminta penonton ikut menari bersama mereka.

Kalau kamu pengin mempelajari Tari Topeng Ayu, datang saja ke desa ini, lebih tepatnya ke Dusun Tanon. Di dusun tersebut, ada sebagian warga memang berprofesi sebagai penari

(Baca Juga: Betapa Menyenangkan Berwisata ke Dewi Menari Tanon di Lereng Gunung Telomoyo)

Kamu bisa belajar bersama wisatawan lain juga. Terus, ada para penari cilik yang lucu-lucu, lo! (IB15/E03)