Kesenian-Kesenian Jawa Tengah yang Masih Lestari di Magelang

Kesenian-Kesenian Jawa Tengah yang Masih Lestari di Magelang
Topeng ireng, salah satu kesenian yang masih lestari di Magelang. (Myimage)

Modernisasi menggilas tradisi. Namun, sejumlah kesenian tradisional tetap lestari lantaran masih ada yang menginisiasi, di antaranya yang terjadi di Magelang ini.

Inibaru.id – Seperti provinsi lain, Jawa Tengah memiliki ribuan kesenian yang unik dan menarik. Di Kabupaten Magelang, ada tiga kesenian yang begitu populer. Kesenian-kesenian ini biasanya menjadi “suguhan” bagi wisatawan domestik dan internasional.

Apa saja tiga kesenian itu? Kulik dulu yuk!

Kubrosiswo

Kubrosiswo. (Masemud)

Kubrosiswo menjadi kesenian yang digunakan Sunan Geseng untuk menarik simpati masyarakat terhadap agama Islam. Tarian ini memiliki filosofi mendalam, lo.

Kubrosiswo dianggap menjadi representasi kebesaran kuasa Tuhan dan pengingat umat Islam untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

Jathilan

Jathilan. (Myimage)

Jathilan sekilas tampak seperti kesenian kuda lumping atau kubrosiswo. Namun, jika kamu perhatikan, kedua tarian ini memiliki gerakan yang berbeda, lo. Yang mirip dari ketiganya adalah atraksi kesurupan yang membuat penarinya makan benda-benda nggak lazim.

Topeng Ireng

Para penari topeng ireng. (Infopublik)

Tarian Topeng Ireng berasal dari gerakan-gerakan silat. Pada masa Orde Baru, pemerintah sempat melarang beberapa kesenian, termasuk seni bela diri seperti silat. Lantaran nggak pengin dikekang, beberapa seniman lantas memperhalus gerakan-gerakannya supaya terlihat mirip tarian.

Selain ketiga kesenian itu, Magelang tentu masih memiliki puluhan kesenian yang nggak kalah indah. Nah, sebagai generasi yang sedang “memegang” laju pembangunan negara, kamu juga perlu memikirkan nasib kesenian Indonesia supaya nggak punah.

Dengan ikut menonton pagelaran kesenian lokal, kamu sudah turut melestarikannya, apalagi dengan bergabung. Gimana, kapan mau berlatih? (IB15/E03)