Dandangan, Tradisi Menunggu Kedatangan Ramadan yang Terus Lestari

Masyarakat Kudus rutin menyelenggarakan Dandangan sebagai tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Kirab dan visualisasi tradisi Dandangan diadakan untuk memeriahkan tradisi ini.

Dandangan, Tradisi Menunggu Kedatangan Ramadan yang Terus Lestari
Aksi rampak bedug untuk memeriahkan tradisi Dandangan. (elshinta.com)

Inibaru.id - Gegap gempita Ramadan di Indonesia telah dimulai jauh sebelum memasuki bulan istimewa bagi umat Islam tersebut. Nggak hanya ritual keagamaan, sejumlah tradisi juga acap digelar. Masyarakat Kudus, Jawa Tengah, mengenal satu tradisi unik menjelang Ramadan yang dikenal dengan nama Dandangan (Dhandhangan).

Seperti ditulis Radiosuarakudus.com (20/4/2018), tahun ini Dandangan akan berlangsung pada 6–16 Mei 2018. Seperti tahun sebelumnya, tradisi yang digelar selama dua minggu ini akan dipusatkan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Jalan Pangeran Puger, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kyai Telingsing, Jalan dr Ramelan, Bakalan Krapyak, hingga perempatan Jember.

Tembikar, gerabah, atau kreweng warna-warni menjadi salah satu barang dagangan yang selalu ada di tradisi Dandangan Kudus (Antara Foto)

Konon, tradisi tahunan ini sudah ada sejak zaman Syekh Ja’far Shadiq (Sunan Kudus) menyebarkan agama Islam di sekitar Kudus. Dulu, Dandangan dikenal sebagai tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara (Masjid Al Aqsha) menjelang Ramadan. Mereka menunggu pengumuman penentuan awal puasa dari Syekh Ja’far Shadiq.

Di Kudus, awal puasa ditandai dengan penabuhan bedug dari menara masjid. Nah, bunyi “dang-dang-dang” yang keluar dari suara bedug saat ditabuh itulah yang membuat tradisi ini disebut Dandangan.

Tradisi Dandangan di Kudus pada 2 Mei 1992. (Kompas.com/Suprapto)

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak santri dan masyarakat berkumpul di depan Masjid Menara. Tradisi ini kemudian dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki. Nggak hanya untuk mendengarkan pengumuman awal puasa, tradisi tersebut juga menjadi ajang berjualan.

Selain berjualan, ada pula yang menggelar pasar malam, kirab budaya, dan pentas kolosal visualisasi tradisi Dandangan. Semua acara itu digelar nggak jauh dari masjid. 

Tahun lalu, seperti ditulis Murianews.com (25/5/2017), pentas kolosal yang diselenggarakan 2017 lalu melibatkan sekitar 100 talenta dari sejumlah sanggar tari di Kudus. Hal itu lain dari tahun-tahun sebelumnya yang diikuti para pelajar dan masyarakat Kudus.

Kirab Dandangan 2016. (Murianews.com)

Dalam pentas tersebut, masyarakat umumnya mengenakan berbagai macam kostum yang menggambarkan masyarakat Kudus zaman dulu, mulai dari kebiasaan hingga cerita tentang awal puasa yang diumumkan Sunan Kudus. Sambil melakukan aksi teatrikal, mereka juga melakukan kirab yang dimulai dari Alun-Alun Simpangtujuh.

Selain pentas kolosal, visualisasi tradisi Dandangan juga diramaikan dengan aksi rampak bedug yang melibatkan ratusan personel dari berbagai kelompok rebana di Kudus, lo. Wah!

Wah, menarik ya. Nah, untuk kamu yang pengin menyaksikan Dandangan Kudus, jangan lupa catat tanggalnya, ya: 6 Mei 2018. (IB12/E03)