Bukan Gratifikasi, Tradisi Salam Tempel di Tegal Disebut Mandoran

Bukan Gratifikasi, Tradisi Salam Tempel di Tegal Disebut Mandoran
Tradisi salam-tempel masih eksis di Tegal. (Wanitaindonesia)

Bukan untuk gratifikasi atau niat yang nggak baik, salam tempel bagi masyarakat Tegal adalah sebuah tradisi yang masih dipertahankan hingga sekarang. Tradisi ini dikenal dengan istilah Mandoran.

Inibaru.id – Kalau saat Imlek ada tradisi bagi-bagi angpau, saat hajatan di Tegal juga ada tradisi serupa. Tentu namanya bukan angpau. Namun, cara pemberiannya sama yakni dengan menyisipkan amplop berisi uang saat bersalaman dengan si empunya hajat.

Di Tegal, tradisi tersebut dikenal dengan nama Mandoran. Em, bukan sebutan untuk orang yang bertugas mengoordinasi tukang, ya. Mandoran adalah tradisi salam tempel yang dilakukan secara turun temurun dan eksis hingga sekarang. Baik saat hajatan khitan ataupun pernikahan, tradisi ini terus ada.

Eits, tapi tradisi ini nggak sekadar salam tempel biasa, lo. Warga Kota Bahari itu biasanya mengganti amplop berisi uang pemberian tamu dengan jajanan atau berkat.

Kebanyakan anak-anak menyukai tradisi salam-tempel karena mendapatkan ganti berkat atau jajanan (Pegipegi)

Dulu, jajanan atau berkat yang diberikan kepada tamu dibedakan berdasarkan usia. Bila orang yang memberikan mandoran atau amplop masih anak-anak atau sebaya dengan si pemilik hajat, maka berkat yang diberikan berupa permen atau kudapan ringan.

Namun, pembedaan itu sudah nggak berlaku sekarang. Kini, semua pemberi mandoran akan diganti berkat atau makanan yang dikemas khusus dalam satu wadah. Berkat itu dimaksudkan sebagai tanda terima kasih dari pemilik hajat kepada tamu yang hadir.

Kudapan imbal-balik dari tuan rumah kepada pemberi mandoran dalam hajatannya. (Paketnikahmurah)

Oh iya, ada satu kebiasaan yang nggak boleh ditinggalkan dalam tradisi ini, Millens. Orang Tegal biasa menyebut dog los yakni tindakan buru-buru yang dilakukan para tamu. Jadi, ketika bertamu, kamu hendaknya duduk dulu walau sebentar. Setelah itu, barulah kamu bisa memberikan mandoran dan pamit pulang.

Sikap duduk itu diartikan sebagai tanda hormat kepada pemilik hajat, lo. So, jangan buru-buru pulang saat ada hajatan, ya!

Wah, si pemilik hajat harus sedia tas besar nih buat menampung amplop. Kalau nggak, bisa bisa amplop pemberian terbang tertiup angin. Ha-ha. Gimana, sudah pernah dapat salam tempel, Millens? (IB23/E04)