Bukan Dipenggal Pucuknya, Tradisi Potong Tumpeng Sebaiknya Dilakukan Dengan Cara Ini

Bukan Dipenggal Pucuknya, Tradisi Potong Tumpeng Sebaiknya Dilakukan Dengan Cara Ini
Pemotongan tumpeng pada puncak gunungan sebetulnya kurang tepat. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Biasanya, nasi tumpeng dipotong di bagian atas atau pucuk terlebih dahulu. Sayangnya, tradisi ini nggak tepat, lo. Lantas, di mana sih seharusnya kita memotong nasi tumpeng?

Inibaru.id – Sebagai orang Indonesia, nasi tumpeng tentu nggak asing buatmu. Dalam pelbagai acara syukuran atau peresmian sesuatu, nasi kuning yang umumnya dibentuk kerucut menyerupai gunung ini akan menjadi gong, yang dipotong ujungnya, lalu secara simbolis diberikan ke orang paling penting.

Salah satu tradisi warisan nenek moyang ini dipercaya merupakan simbol rasa syukur bagi Sang Maha-kuasa. Bentuknya mengerucut dan meninggi, sebagai perlambang hubungan vertikal dengan Tuhan. Sementara, lauk dan sayuran di sekitar nasi tumpeng adalah simbol manusia yang beda watak dan sifatnya.

Tumpeng dengan beragam lauk adalah perwujudan hubungan manusia dengan Tuhan. (Qraved)
Tumpeng dengan beragam lauk adalah perwujudan hubungan manusia dengan Tuhan. (Qraved)

Dalam perkembangannya, tumpeng juga jadi cara penyelenggara acara untuk menyampaikan terima kasih pada tamu yang datang, khususnya tamu khusus yang berfungsi meresmikan sesuatu. Tumpeng dipotong pada bagian pucuk, diberi lauk, lalu diberikan ke tamu khusus. Padahal, ini kurang tepat!

Nggak hanya salah, sebagian orang tua juga meyakini, cara tersebut tabu! Konon, sebelumnya nggak ada orang yang memotong tumpeng dengan memenggal gunungan ke atas karena ibarat memotong simbol hubungan vertikal dengan Tuhan.

Padahal, seharusnya tumpeng menjadi perwujudan rasa syukur, bukan?

Cara memotong nasi tumpeng pada bagian atas ternyata nggak tepat. (Pixabay/Mufid Majnun)
Cara memotong nasi tumpeng pada bagian atas ternyata nggak tepat. (Pixabay/Mufid Majnun)

Belum ada kepastian gimana tradisi pemotongan tumpeng "gaya baru" ini dimulai. Namun, akun Twitter @Laila Dimyati menyebut, proses pemotongan tumpeng dengan memenggal bagian tengah gunungan ke atas bisa jadi mulai dipopulerkan para pejabat pada era Orde Baru.

Dia mengatakan, setiap kali ada acara peresmian, pasti ada pemotongan tumpeng yang disiarkan TVRI. Cara memotongnya mungkin disamakan dengan cara memotong kue khas budaya Eropa.

Kemudian, menukil dari laman Temukonco milik Iwan Pribadi, seharusnya tuan rumah atau pemuka agama nggak akan memotong tumpeng pada bagian pucuk. Mereka harus mengambil tumpeng dari bawah, sedikit demi sedikit. Pun demikian dengan para tamu lainnya.

Kalau pun pucuk tumpeng akhirnya rubuh, nggak masalah. Ini justru menandakan bahwa seluruh orang telah menikmati berkah dari Sang Pencipta.

Nasi tumpeng. (Nasikentjana)
Nasi tumpeng. (Nasikentjana)

Jadi, kalau nanti di tempatmu ada yang membuat nasi tumpeng untuk syukuran, pastikan untuk nggak memotongnya dari bagian atas ya, Millens! Ambillah dari bagian bawah. Nggak ada salahnya kok mengembalikan tradisi leluhur yang kaya, kan? (Tem/IB07/E03)