Bong Bercat Putih, Tanda Kutukan bagi Keturunan Han Wee Sing di Lasem

Bong Bercat Putih, Tanda Kutukan bagi Keturunan Han Wee Sing di Lasem
Makam Han Wee Sing yang konon berisi kutukan kepada anak dan keturunannya. (Bluepacker Indonesia)

Lasem nggak hanya terkenal dengan batik atau budaya Tionghoa yang masih cukup kuat. Di sana, ada sebuah nisan yang konon punya kutukan. Seperti apa ya cerita kutukan tersebut?

Inibaru.id – Meski status Lasem hanyalah salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang, nyatanya wilayah ini cukup populer dengan sejarah dan akulturasi budaya yang sangat kental. Selain itu, di tempat ini juga ada cerita kutukan yang cukup seram, lo.

Cerita kutukan ini berasal dari sebuah batu nisan atau bong bercat putih di Desa Babagan. Makam ini milik Han Wee Sing, seorang saudagar kaya yang memiliki keturunan dua anak laki-laki. Selama hidupnya, Han menerapkan azas konfusianisme, hidup hemat, bekerja keras, dan sama sekali nggak berjudi.

Prinsip ini sangat bertolak belakang dengan kedua anaknya, Han Te Su dan Han Te Ngo. Mereka gemar berjudi sehingga membuat harta keluarga bangkrut nggak tersisa. Saat sang ayah menua, hidupnya pun dirundung kesusahan hingga ajalnya tiba.

Kutukan Kemiskinan

Saking parahnya kebangkrutan keluarga tersebut, nggak ada lagi uang untuk menggelar upacara peristirahatan sang ayah. Kedua anaknya bahkan nggak mengurus jasad sang ayah sama sekali. Sampai beberapa hari, jasad sang ayah hanya dibungkus dengan kain ala kadarnya sebelum akhirnya dibawa ke liang lahat.

Awan hitam dan petir menyambar menyambut rombongan yang membawa jasad Han Wee Sing. Warga yang mengantar pun takut sehingga meninggalkan jasad tersebut di dekat pemakaman. Nggak lama, sebuah hal yang misterius muncul.

Makam milik Han Wee Sing menjadi satu-satunya makam di tengah rerumputan yang nggak terurus. (Raymond Valiant)
Makam milik Han Wee Sing menjadi satu-satunya makam di tengah rerumputan yang nggak terurus. (Raymond Valiant)

Tanah tiba-tiba terbelah dan menelan jasad tersebut. Yang tersisa hanyalah gundukan tanah penanda jasad sang pria tua yang sudah terkubur dengan otomatis. Setelahnya, terdengar suara kutukan yang isinya adalah keturunan Han yang tinggal di Lasem bakal terus hidup dalam kemiskinan.

Total Keluarga yang Berbeda

Bong berwarna putih tersebut sampai sekarang nggak punya 'tetangga'. Yap, makam tersebut sendirian sehingga membuat cerita kutukan tersebut seperti sangat nyata.

Kabarnya, keluarga dengan marga Han terus dilanda kesedihan semenjak kematiannya. Sang istri dan keempat anaknya kemudian terjerat dunia hitam. Ada juga versi lain yang menyebut keturunan Han berbondong-bondong keluar dari Lasem demi menghindari kutukan tersebut.

Nggak nyangka ya, Millens, ada cerita kutukan yang cukup mengerikan dari sebuah nisan berwarna putih di Lasem. (Nat/IB31/E07)