Bikin Merinding, Ini Asal Usul Keangkeran Malam Jumat Kliwon

Bikin Merinding, Ini Asal Usul Keangkeran Malam Jumat Kliwon
Ilustrasi: Malam Jumat Kliwon selalu diidentikkan dengan keangkeran. Kenapa? (Inibaru.id/ Audrian F)

Kepercayaan terhadap angkernya malam Jumat Kliwon ternyata disebabkan oleh berbagai pengaruh. Nggak cuma pengaruh lokal, bangsa Eropa juga menambah keangkeran malam Jumat Kliwon di Indonesia.

Inibaru.id - Bagi masyarakat Jawa, tiap hari memiliki makna, termasuk Jumat Kliwon. Perlu kamu tahu, Jumat adalah hari ke-6 dalam penanggalan modern, sedangkan Kliwon merupakan hari ke-4 dalam sepasar (pancawara) pada penanggalan Jawa.

Hingga kini, sebagian besar masyarakat Indonesia masih percaya dengan hal-hal berbau mistis, meski banyak juga yang apatis. Nah, nggak sedikit yang percaya, hari Jumat yang jatuh bertepatan dengan pasaran Kliwon memiliki unsur mistis. Malam Jumat Kliwon diyakini sebagai malam yang angker.

Kenapa demikian? Nggak ada yang tahu pasti mengapa malam Jumat Kliwon dinubuatkan sebagai malam yang keramat. Namun, ini bisa jadi karena kepercayaan masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta, yang melaksanakan puasa 40 hari dan berakhir pada malam Jumat Kliwon.

Selama itu, masyarakat menyediakan berbagai sesajen yang diletakkan di lokasi-lokasi yang dianggap sakral. Kini, puasa 40 hari tersebut digantikan pada Rabu Wage, Kamis Pon, dan puncaknya pada Jumat Kliwon.

Para sesepuh di Jawa memang menjadikan Jumat Kliwon sebagai hari yang istimewa. Masyarakat Yogyakarta menganggap Jumat Kliwon sebagai hari yang keramat. Sementara, masyarakat Jawa Tengah menganggap malam Jumat Wage (Wage adalah hari sebelum Kliwon) lebih keramat.

Pengaruh Eropa

Ilustrasi: Kepercayaan ini dipengaruhi oleh Eropa. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Kepercayaan ini dipengaruhi oleh Eropa. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Selain karena nenek moyang, kepercayaan ini juga dipengaruhi oleh para penjajah Belanda. Dalam urban legend di Eropa, Friday the 13th atau Jumat tanggal 13 dipercaya membawa kesialan. Bagi masyarakat Eropa, memang banyak "kesialan" terjadi pada waktu tersebut.

Sebagai contoh, Nazi Jerman meledakkan lima bom di Buckingham Palace Inggris pada Jumat, 13 September 1940. Kemudian, virus Friday the 13th masuk komputer IBM Inggris, menghapus seluruh data di kantor-kantor besar, dan menyebabkan kepanikan massal pada Jumat, 13 Januari 1989.

Sembilan bulan kemudian, saham The Dow Jones Industrial Averange mengalami penurunan hingga 190,58 poin dan nggak pernah kembali secara signifikan. Bahkan, film Friday the 13th (1980) yang tayang di bioskop mengalami kerugian. Inilah yang membuat masyarakat percaya, 13 adalah angka sial.

Pengaruh Film Tanah Air

Ilustrasi: Ritual padusan di Jawa. (Inibaru.id/ Audrian F)
Ilustrasi: Ritual padusan di Jawa. (Inibaru.id/ Audrian F)

Keangkeran malam Jumat Kliwon kemudian diadaptasi dalam berbagai film. Salah satu yang terkenal hingga kini adalah film Malam Jumat Kliwon yang rilis pada 1986 lalu.

Suzzana yang didapuk sebagai bintang utama menambah keangkeran pada film ini. Nggak heran, keyakinan bahwa malam Jumat Kliwon adalah malam yang keramat makin tinggi setelah penayangan film yang cukup meledak di pasaran tersebut.

Oh ya, berbagai cerita horror berlatar Malam Jumat Kliwon yang tersebar dari mulut ke mulut juga membuat kepercayaan ini nggak juga memudar sampai sekarang. Maka, jangan kaget kalau ada yang takut keluar pada waktu tersebut. 

Nah, kamu termasuk yang percaya dengan mitos ini atau tidak, Millens? Ehm, coba deh lihat kalender; Ini malam Jumat Kliwon, lo! Ha-ha. (Idn/IB27/E03)