Memaknai Sedekah Bumi di Wonogiri

Memaknai Sedekah Bumi di Wonogiri
Susuk Wangan, salah satu bentuk sedekah bumi yang dilakukan warga Wonogiri. (Nu.or.id)

Sedekah bumi dimaknai sebagai bentuk menghargai alam sekaligus syukur kepada Tuhan. Di Wonogiri, tradisi ini juga memiliki filosofi yang dalam. Apakah itu?

Inibaru.id – Sedekah bumi merupakan tradisi yang cukup sering dilakukan di Jawa Tengah. Mulai dari Kabupaten Tegal hingga Kabupaten Blora, masyarakat melakukannya, terutama pada hari-hari yang menyangkut keagamaan atau kepercayaan.

Sebagaimana di pelbagai kota di Indonesia, sedekah bumi juga punya makna yang mendalam di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dalam filosofi Jawa, sedekah bumi merupakan bentuk terima kasih masyarakat pada alam.

Kendati hidup dari alam, manusia memang nggak jarang bertindak semena-mena dengan mengeksploitasinya. Inilah mengapa masyarakat Jawa sebaiknya hidup berdasarkan dua kebenaran, yakni kebenaran sejati yang bersumber dari Tuhan dan kebenaran relatif yang memerlukan penafsiran akal.

Untuk mencapai kebenaran sejati, manusia harus memiliki kesadaran sejati lebih dulu. Tanpa kesadaran sejati, manusia akan sulit “menjangkau” Tuhan. Kesadaran ini terbentuk dari pemahaman bahwa nggak semua hal bisa diselesaikan dengan akal atau rasionalitas.

Dengan hati dan akal, maka sedekah bumi pun menjadi perwujudan rasa syukur manusia atas pemberian Tuhan. Jika masih menuruti nafsu semata, manusia akan cenderung melakukan tindakan merusak alam. Lewat filosofi ini pula, masyarakat diajarkan untuk menjadi manusia yang berpikir dengan perasaan.

Hm, tradisi Jawa memang memiliki nilai-nilai budi pekerti kan? Sebagai orang Jawa, kamu seharusnya bangga dengan dalamnya filsafat Jawa lewat tradisi-tradisi di tempatmu. Yuk, lestarikan budaya ini bersama! (IB15/E03)