Berebut Butiran Berkah Nasi Ancakan Jelang Jamasan di Demak

Berebut Butiran Berkah Nasi Ancakan Jelang Jamasan di Demak
Deretan nasi ancakan. (kompas.com)

Pada malam menjelang Iduladha, ribuan warga memadati Kelurahan Kadilangu, Demak untuk "berebut" nasi ancakan.

Inibaru.id – Ada yang menarik pada setiap malam Iduladha di Kadilangu, Kabupaten Demak. Ribuan warga akan berebut nasi ancakan yang disediakan oleh keluarga trah Sunan Kalijaga. Biasanya prosesi itu diadakan di Pendopo Pangeran Wijil Lima, Kadilangu, Demak.

Fyi, nasi ancakan merupakan sajian nasi berisi gudangan (urap), ikan asin, dan potongan daging ayam. Nasi ancakan dibungkus dengan daun jati dan diletakkan berjejeran di atas ancakan (anyaman) bambu.

Warga percaya nasi ancakan bisa membawa berkah di berbagai kebutuhan lo. Makanya mereka yang datang dari berbagai daerah itu rela berdesakan untuk mendapatkannya.

Prosesi jamasan. (sportourism.id)

Seperti Siaga, warga asal Jepara yang berharap mendapat nasi ancakan untuk pertanian dan pengobatan.

“Ini pesanan mertua. Nanti ditaruh di pojok-pojok sawah. Alhamdulillah, tikus-tikus hanya lewat dan sawah mertua saya jadi nggak terserang hama,” kata Siaga pada regional.kompas.com Rabu (22/8/2018).

Meski demikian, nasi ancakan hanya dianggap menjadi media dan perantara saja ya. Warga tetap yakin bahwa hasil yang memuaskan itu tetap terjadi atas kehendak Tuhan.

Ratusan Tahun

Tradisi pembagian nasi ancakan sudah ada sejak ratusan tahun lalu, Millens. Tradisi itu sebenarnya dilakukan sebagai jamuan untuk warga yang datang dari berbagai daerah dan bermalam di Kadilangu. Mereka datang untuk melihat ritual jamasan pusaka (ritual membersihkan pusaka) peninggalan Sunan Kalijaga pada esok harinya.

Prosesinya pun cukup sederhana. Nasi ancakan yang sudah disusun rapi akan didoakan lebih dulu. Setelah itu, kentongan akan dipukul sebagai tanda bahwa sudah boleh untuk “menyerbu” nasi ancakan.

Hm, nggak hanya keseruan saat saling “menyerbu” nih. Kehangatan yang tercipta antarwarga juga jadi satu hal yang nggak boleh dilewatkan. Yap, sembari melestarikan tradisi kita eratkan silaturahmi. Betul nggak? (IB10/E05)