Berbagai Alasan Orang Kembali Gowes, Apa Saja?

Berbagai Alasan Orang Kembali Gowes, Apa Saja?
Beberapa pesepeda sedang melintas di Kota Lama. (Inibaru.id/ Zulfa Aisah)

Merasa nggak sih jika akhir-akhir ini banyak orang yang bersepeda? Kira-kira, apa yang membuat mereka kembali gowes?

Inibaru.id – Akhir-akhir ini, setiap saya membuka story WhatsApp atau Instagram, nggak jarang saya mendapati kawan saya yang tengah "pamer" kegiatannya bersepeda. Padahal setahu saya mereka nggak pernah pegang sepeda. Pun saat sedang berada dalam perjalanan, makin sering saya jumpai orang-orang bersepeda.

Sabtu (13/6) lalu misalnya. Ratusan pesepeda berkumpul di Kota Lama Semarang. Beberapa di antara mereka menggunakan sepeda sewaan. Tapi nggak jarang pula saya mendapati pesepeda yang menggunakan sepeda baru.

Salah satunya adalah Haryanto. Lelaki paruh baya ini mengaku belum sebulan mengaspal dengan sepeda. Menurutnya tutupnya tempat olahraga membuatnya beralih menggunakan sepeda.

“Sebelumnya jogging, sekarang area untuk jogging ditutup, jadinya bersepeda,” kata lelaki yang memutuskan untuk gowes sendiri tersebut.

Nggak jarang mereka beli sepeda baru supaya bisa gowes. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Nggak jarang mereka beli sepeda baru supaya bisa gowes. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dirinya juga mengaku mengeluarkan dana lebih besar untuk membeli sepeda baru. Meski begitu, dia nggak keberatan karena bersepeda dapat membantu menjaga kesehatan.

Bukan cuma Haryanto yang mengeluarkan banyak uang untuk membeli sepeda. Tiga remaja perempuan yang saya temui sore itu juga mengatakan hal yang sama. Mereka adalah Nina, Nuriana, dan Nilam.  

“1,5 juta sudah dapat. Harus nabung karena kepengin banget,” aku Anis yang baru membeli sepeda hari itu.

Menariknya para siswa sekolah menengah atas ini mengaku membeli sepeda dengan uang tabungan sendiri, lo. Teladan ya?

O ya, sore itu merupakan kali pertama mereka janjian untuk gowes bersama selama pandemi. Terlalu lama berdiam diri di rumah membuat mereka antusias menjajal kegiatan baru ini.

“Nggak ada kegiatan dan bosen di rumah,” tutur Nilam.

Kalau dipikir-pikir, bersepeda di Kota Lama Semarang pada sore hari memang seru. Mengayuh pedal perlahan sambil menikmati lanskap bangunan berarsitektur Belanda bisa bikin siapa pun betah. Nggak heran jika kawasan ini jadi titik temu Naila Fitri, Yesa, Gita, dan Nanda hang out bareng.

“Memang kami tertarik di Kota Lama, jadi janjian untuk ketemuan di sini,” tutur Naila Fitri.

Bersepeda memang boleh, tapi jangan lepas masker ya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Bersepeda memang boleh, tapi jangan lepas masker ya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berbekal sepeda lama, mereka tampak riang menyusuri setiap jalanan Little Netherland ini. Tren bersepeda sepertinya membuat mereka kembali mengayuh sepeda lama. Sebenarnya, sudah lama mereka pengin mengaspal, tapi baru sore itu terwujud.

“Sebenernya sudah ada rencana, tapi kesempatannya baru sekarang,” ujar Yesa.

Bersepeda memang mengasyikkan ya, Millens. Nggak salah jika kegiatan ramah lingkungan ini seolah menjadi jeda dari kemonotonan hidup selama pandemi. Eh, kamu hobi gowes juga? Jangan lupa jaga kesehatan ya. Pandemi belum berakhir, lo. (Zulfa Anisah/E05)