Belajar Berani dan Tegas dari Sosok Dewi Srikandi

Dewi Srikandi adalah salah satu tokoh pewayangan yang menarik. Selain memiliki keterampilan memanah yang tinggi, istri Arjuna ini juga memiliki watak yang mengagumkan, lo. Sudahkah kamu mengenal tokoh ini lebih dalam?

Belajar Berani dan Tegas dari Sosok Dewi Srikandi
Srikandi (kanan) saat melawan cakil. (Wikimedia)

Inibaru.id – Masyarakat Jawa sering menyebut perempuan yang memiliki kecakapan dengan sebutan “Sang Srikandi”. Julukan ini merujuk pada tokoh pewayangan Dewi Srikandi. Ya, dalam mitologi Jawa, Dewi Srikandi merupakan teladan bagi para prajurit lantaran memiliki keterampilan memanah dan keberanian yang besar.

Sebagai anak dari Prabu Drupada dan Dewi Gandawati, Dewi Srikandi menjadi salah satu calon penerus tahta Kerajaan Cempalareja. Sejak remaja, dia telah menunjukkan ketertarikannya dalam olah keprajuritan. Diam-diam, Srikandi juga tertarik pada Arjuna. Agar bisa bertemu Arjuna setiap hari, dia memutuskan menjadi murid sang kesatria.

Sayang, Arjuna nggak langsung meliriknya dengan lebih dulu menikahi Dewi Sumbadra. Suatu hari, Dewi Srikandi didatangi Prabu Jungkungmardea. Penguasa Kerajaan Parangkubarja ini tertarik untuk menikahi Dewi Srikandi.

Meski ayahnya tertarik menerima lamaran ini, Dewi Srikandi sama sekali nggak menaruh hati pada Prabu Jungkungmardea. Dia lantas mengadu pada Arjuna.

Srikandi (kanan) dalam lakon "Srikandi Nekat". (Antara Foto/Hafidz Mubarak A)

Demi membela muridnya, Arjuna lalu beradu kesaktian dengan Prabu Jungkungmardea. Sang prabu kalah dan mereka menikah. Tentu saja ini hanyalah salah satu kisah, karena ada beberapa versi terkait pernikahan Srikandi dengan Arjuna.

Sebagai putri raja dan istri kesatria, Dewi Srikandi kerap menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi musuh-musuhnya. Dalam kemarahannya pun, dia tetap terlihat bijak sekaligus menakutkan. Nggak heran, tokoh ini menjadi rujukan untuk menyebut perempuan-perempuan Indonesia yang berani.

Nah, kamu mau jadi “srikandi” dalam bidang apa nih? Apa pun cita-citamu, mulai sekarang kumpulkan keberanian untuk mewujudkannya ya! (IB15/E03)