Bekal Berharga dari Permainan Kelereng yang Mungkin Nggak Diketahui Anak Sekarang
Permainan kelereng. (Ayobandung)

Bekal Berharga dari Permainan Kelereng yang Mungkin Nggak Diketahui Anak Sekarang

Selain berkompetisi untuk menjadi pemenang, permainan gundu atau kelereng memiliki banyak manfaat untuk anak-anak, lo. Simak yang satu ini yuk!

Inibaru.id – Seperti mantan, permainan tradisional kini mulai ditinggalkan. Ini karena anak-anak zaman sekarang lebih familiar dengan permainan modern seperti Mobile Legend atau yang lainnya. Padahal, permainan tradisional sebenarnya memiliki manfaat yang jauh lebih besar, lo. Misalnya permainan gundu atau kelereng!

Perlu kamu tahu, gundu atau di Semarang disebut nekeran adalah permainan membidik kelereng yang dilakukan secara "berjamaah", nggak bisa dimainkan sendiri laiknya gadget. Layaknya banyak permainan tradisional di Indonesia, nekeran adalah dolanan yang sarat makna dan tujuan.

Alih-alih sekadar dolanan, permainan ini juga mengajarkan banyak manfaat nggak kasat mata pada pemainnya. Salah satunya adalah kejujuran. Kejujuran adalah bekal yang sangat penting bagi karakter anak. So, kalau mantan kamu suka bohong, mungkin semasa kecil dia nggak main kelereng! Ha-ha.

Bermain kelereng juga bentuk relaksasi, Millens. Itu bisa banget jadi semacam cara menghalau stres, terlebih kalau dalam keseharian disibukkan dengan pelajaran sekolah yang padat dan PR yang seolah tiada habisnya.

Seorang anak yang sedang menyusun strategi saat bermain Kelereng. (Pixabay)

Belajar Menyusun Strategi

Kendati istilahnya permainan, setinan atau nekeran bukannya tanpa strategi. Maka, permainan ini baik untuk mengasah logika seseorang, juga mengatur rencana, termasuk berpikir gimana agar permainan berujung kemenangan atau nggak gugur lantaran terbidik lawan. Ini bagus untuk mengasah kecermatan dan ketelitian bertindak.

Terus, yang nggak kalah penting adalah kebersamaan! Permainan yang nggak bisa dimainkan sendirian ini tentu saja berdampak pada kemampuan sosial anak. Yap, tanpa sadar, kita sebetulnya tengah berlatih berinteraksi, atau bahkan bekerja sama, dengan lawan main, saat bermain kelereng.

Terakhir, kita juga belajar manajemen konflik. Bertemu orang tentu rawan konflik. Namun, dengan berkonflik, kita pun akan belajar mengatasi konflik itu, misalnya dengan berkomunikasi atau memaafkan.

Wah, tentu saja bermain kelereng bisa menjadi bekal yang bagus untuk menghadapi dunia yang keras ini, ya! Ha-ha. (MG27/E03)