Begini Tradisi Sedulur Sikep Samin Jelang Bulan Suro

Begini Tradisi Sedulur Sikep Samin Jelang Bulan Suro
Tradisi jelang bulan Suro. (infoblora.com)

Masyarakat Sedulur Sikep Samin di Blora, Jawa Tengah punya tradisi khusus jelang bulan “Suro” dalam kalender Jawa. Dengan berpakaian serba hitam, mereka berkumpul bersama.

Inibaru.id – Untuk menyambut bulan Suro dalam kalender Jawa, masyarakat Sedulur Sikep Samin di Blora, Jawa Tengah punya tradisi khusus, lo. Tradisi ini digelar oleh masyarakat Samin di berbagai daerah, seperti Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo dan Dukung Blimbing, Sambongrejo.

Sembari mengenakan pakaian serba hitam, ratusan warga berkumpul dan menggelar acara syukuran yang biasa disebut sebagai Suronan atau brokohan. Brokohan masyarakat Samin nggak tersentuh konsep modern yang menggunakan sajian prasmanan. Mereka umumnya menyuguhkan tumpeng yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah warga.

Oya, terdapat sajian lainnya seperti botok, nasi jagung, urap, ikan asin, buah-buahan, dan bubur 4 warna sebagai lambang 4 penjuru arah manusia. Eits, kamu juga bakal menemukan makanan yang diolah dari ayam, kambing, atau sapi.

“Brokohan ini ramai pada bulan Suro,” tutur Mbah Mo, panggilan akrab Yatmo, Pemuka Adat III di Paguyuban Kerukunan Sedulur Sikep Dukuh Blimbing, seperti ditulis wartablora.com (6/3/2017).

Perlu kamu tahu, nih. Alas makanan yang digunakan biasanya berupa daun jati, lo. Dengan demikian, ada atmosfer kesederhanaan dan persatuan dengan alam.

Tradisi jelang bulan Suro. (infoblora.com)

Nah, dalam syukuran tersebut, masyarakat Samin juga berdoa bersama agar mendapat kelancaran rezeki, keamanan, dan kesehatan, seperti ditulis infoblora.com (30/10/2015). Doa tersebut dilantunkan dalam bahasa Jawa, lo.

Ada kalanya acara ini digelar bersamaan dengan pelantikan paguyuban tertentu milik Sedulur Sikep Samin yang diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan, pembacaan Pancasila, maupun hiburan.

Tradisi masyarakat Samin tersebut juga dilanjutkan dengan pementasan wayang krucil dan pembawaan lakon Babat Blora yakni mengenai gugurnya Pangeran Benowo. Pagelaran tersebut dilakukan diiringi gamelan laras slendro.

Hm, tradisi yang menarik, ya! Semoga saja tradisi ini tetap lestari. (IB08/E05)