Begini Cara Nelayan di Desa Bendar Ucap Syukur

Begini Cara Nelayan di Desa Bendar Ucap Syukur
Sedekah laut. (Sindonews.com)

Dua kepala kambing lengkap dengan sesaji akan dilarung dalam prosesi Larung Sesaji. Tradisi ini menjadi representasi rasa syukur sekaligus memohon keselamatan untuk nelayan.

Inibaru.id – Sudah menjadi agenda tahunan warga Juwana, Pati, Jawa Tengah melaksanakan ritual khusus untuk memanjatkan syukur.

Tradisi itu merupakan peninggalan dari para pendahulu mereka sejak 1964, lo. Masyarakat setempat menyebutnya Tradisi Larung Sesaji. Dinamakan demikian, karena pada tradisi itu mereka akan melarung dua buah kepala kambing ke tengah laut, sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah dari laut.

Nah, sekarang tradisi ini bukan hanya dilakukan oleh para nelayan. Tetapi juga masyarakat desa pada umumnya. Semuanya tumpah ruah memenuhi area ritual.

Melansir dari Murianews.com (02/07/2017), kepala kambing akan dimasukkan ke dua buah miniatur kapal. Selain kepala kambing, akan ada sesaji lain seperti bunga tujuh rupa, pisang raja, dan sebagainya. Semua sesaji itu akan terlebih dahulu diarak dari balai desa menuju lokasi ritual sebelum akhirnya ikut dilarung.

Warga Bendar akan berbondong-bondong datang ke halaman kantor balai besa setempat sebagai titik kumpul pemberangkatan.

Warga sedang berjalan menuju lokasi Larung Sesaji. (Kompasiana.com)

Mereka datang dengan aneka kostum yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Diiringi dengan lagu tradisional Jawa, ratusan warga itu berjalan mengelilingi Desa Bendar sembari mengarak sesaji yang nantinya akan dilarung ke laut lepas.

“Di Kecamatan Juwana ini, hanya Desa Bendar yang melaksanakan larung sesaji. Adapun kepala yang dipersembahkan adalah kepala kambing. Namun, ada juga yang menggunakan kepala kerbau,” ujar Jamari, Ketua Panitia Sedekah laut Desa bendar, Juwana.

Nggak hanya itu Millens, lanjut Jamari, sebelum prosesi larung sesaji dilepas ke laut, warga yang dipimpin dengan tetua adat akan melakukan prosesi doa bersama, meminta kepada Tuhan agar diberikan keselamatan dan rezeki melimpah selama mencari rezeki di lautan.

“Satu-satunya tujuan kami melakukan ritual larung sesaji ini, selain sebagai bentuk rasa syukur, kami juga berdoa kepada Tuhan agar diberikan keselamatan ketika berlayar,” imbuhnya.

Ketika sesaji sudah dilarungkan, maka nggak boleh ada orang yang mengambilnya lagi. Sebagaimana dalam tradisi, memberikan nggak boleh berharap akan mendapatkan imbalan, yakni harus dilakukan penuh dengan keikhlasan.

“Yang namanya pesta sedekah laut, tentu kami memberikan persembahan kepada empunya laut. Harapannya, karena warga kami sebagian besar adalah nelayan, kami berharap mereka senantiasa dalam lindungan Tuhan,” tandasnya.

Gimana Millens? Jangan lupa bersyukur hari ini ya! (IB06/E05)