Batik Motif Parang, Terinspirasi dari Ombak, Disandang Para Bangsawan Zaman Kesultanan Mataram

Batik Motif Parang, Terinspirasi dari Ombak, Disandang Para Bangsawan Zaman Kesultanan Mataram
Para penari klasik Yogyakarta mengenakan jarik batik bermotif parang. (Ferizalramli.wordpress)

Sejak zaman Kesultanan Mataram, batik parang telah eksis dan digunakan oleh para bangsawan. Motifnya yang indah dan beragam bisa bikin kamu jatuh cinta pada batik ini. Namun, tahukah kamu gimana ciri khas batik ini?

Inibaru.id – Liburan ke Kota Solo dimanfaatkan sebagian orang untuk membeli batik. Dari sekian banyaknya motif, batik parang menjadi salah satu batik yang digemari.

Motif parang memiliki banyak modifikasi seperti Parang Rusak Barong, Parang Kusuma, Parang Klithik, atau Lereng Sobrah. Motif modifikasi ini tentu bikin pembeli punya pilihan lebih beragam untuk disesuaikan dengan selera.

Sebagai salah satu motif batik tertua di Indonesia, batik parang memiliki ciri khusus yakni huruf S. Bentuk huruf S melambangkan ombak samudra yang nggak putus.

Baca Juga: Bebatuan Karang Jadi Inspirasi Penguasa Jawa Ciptakan Batik Parang Ini

Huruf S juga menjadi lambing keseimbangan hidup. Selain huruf S, batik parang memiliki ciri lain yang bisa kamu perhatikan sebelum membelinya.

Batik parang. (fimela)

Garis S pada batik parang membentuk kemiringan sekitar 45 persen dari garis-garis yang sejajar. Jika nggak jeli, kamu mungkin bakal kesulitan membedakannya dengan batik-batik lain.

O ya, dulu batik ini nggak boleh dikenakan sembarang orang, lo. Batik parang hanya boleh digunakan oleh keluarga raja serta para bangsawan. Bahkan, batik ini juga menjadi indikator derajat kebangsawanan mereka, lo.

Baca Juga:
Indah dan Menawan, 4 Motif Batik Parang Ini Melambangkan Kekuatan Para Raja dan Kesatria
Mengenal Parang Tuding hingga Parang Pamor, Motif Batik yang Gambarkan Harapan Manusia

Kini, batik parang bisa digunakan siapa saja. Jika kamu jatuh cinta pada motif ini, jangan ragu menggunakannya untuk ke kampus hingga acara kondangan ya. Siapa tahu, gebetanmu makin klepek-klepek melihat penampilanmu. Ha-ha. (IB15/E03)