Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Desa Kemiren Banyuwangi

Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Desa Kemiren Banyuwangi
Ritual Barong Ider Bumi (Kompas.com)

Namanya Barong Ider Bumi. Tradisi ini diadakan untuk mengusir mara bahaya dari Desa Kemiren.

Inibaru.id - Ritual bersih kampung yang sudah ada sejak 1840 ini selalu dilaksanakan tiap 2 Syawal. Masyarakat Kemiren menyebutnya Barong Ider Bumi. Barong, menurut masyarakat merupakan makhluk penjaga Desa Kemiren seperti yang dilansir dari Kompas.com (29/06/2017).
 
Barong yang divisualisasikan bermuka seram dan bersayap itu kemudian diarak keliling desa. Itu sebabnya tradisi ini disebut Barong Ider Bumi (barong mengelilingi bumi Desa Kemiren), Millens.
 
 
Visualisasi bentuk barong, makhluk penjaga Desa Kemiren . (Indonesiakaya.com)
 
Tepat pada 2 Syawal pukul 2 siang, warga Desa Kemiren akan mulai mengarak barong sejauh 2 kilometer. Mereka menggunakan baju adat Osing (Using). Sembari berjalan, tokoh adat setempat akan menyebar uang koin yang telah dicampur dengan bunga dan beras kuning. Prosesi penyebaran koin itu disebut dengan sembur utik-utik. Wah, seru banget ya!
 
Keistimewaan Angka Dua
 
Ternyata pemilihan angka dua pada ritual Barong Ider Bumi ini bukan tanpa alasan lo, Millens. Dua merupakan simbol ciptaan Tuhan yang berpasang-pasangan seperti siang dan malam, laki-laki dan perempuan, dll. Selain itu, simbol lain yang digunakan yaitu jumlah bunga ada 9 dan jumlah uang koin yang disebar ada Rp 99.900. Angka 99 yang digunakan menjadi simbol Asmaul Husna yang berjumlah 99.
 
Acara arak-arakan Barong ini nggak pernah sepi peminat, lo. Bahkan Barong Ider Bumi ini sudah masuk ke dalam agenda Banyuwangi Festival yang siap menyedot pengunjung.
 
Tradisi ini menjadi tradisi yang penting untuk terus dilangsungkan karena nilai sejarah yang begitu dalam. Lebih dari 1,5 abad yang lalu Desa Kemiren diserang wabah yang menyebabkan kematian banyak warga. Saat itu, hasil pertanian juga diserang hama hingga menyebabkan gagal panen dan kerugian yang sangat besar.
 
Sejak saat itulah warga melaksanakan ritual Barong Ider Bumi untuk mengusir bala bencana yang menyerang Desa Kemiren. Hmm, ternyata begitu ya asal usul tradisi meriah ini. (IB13/E05)
 
 
 
 
‚Äč