Bahasa Jawa Krama Bakal Punah?

Bahasa Jawa Krama Bakal Punah?
Bahasa Jawa Krama inggil bakal punah karena penuturnya di generasi muda semakin sedikit.  (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Sadar nggak semakin sedikit anak muda yang bisa menuturkan Bahasa Jawa Krama. Mereka bahkan memilih Bahasa Indonesia. Mungkinkah Bahasa Jawa Krama bakal punah?

Inibaru.id – Pada Senin (22/3/2021) lalu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut dalam 75 tahun ke depan, Bahasa Jawa bisa punah. Sepertinya masih lama ya? Nah, yang mulai terasa kini adalah adanya kemungkinan Bahasa Jawa Krama bakal punah.

Kamu tahu sendiri kan Bahasa Jawa memiliki tiga tingkatan sesuai dengan tingkat kekasaran dan kesopanannya. Ngoko adalah Bahasa Jawa paling santai atau kasar dan masih banyak ditemui di mana-mana. Krama Madya adalah Bahasa Jawa dengan tingkat kesopanan menengah masih bisa ditemukan di kalangan anak muda.

Nah, yang jadi masalah, semakin sedikit anak muda yang menguasai Bahasa Jawa Krama Inggil yang punya tingkat kesopanan paling tinggi.

“Jika bahasa daerah hanya digunakan oleh penutur berusia 25 tahun ke atas dan usia yang lebih muda tidak menggunakannya, jangan disesali jika 75 tahun ke depan atau tiga generasi, bahasa itu akan terancam punah,” ujar Sultan yang kala itu menghadiri Kongres Aksara Jawa.

Krama Inggil Masuk 144 Bahasa Daerah di Indonesia yang Diprediksi Akan Punah

Pada 2018 lalu, Atlas Interaktif UNESCO yang membahas bahasa-bahasa di seluruh dunia, disebutkan bahwa da 2464 bahasa yang diperkirakan bakal segera punah. Ironisnya, 144 di antaranya dari Indonesia atau mencapai 5,8 persen.

Banyak generasi muda memilih Bahasa Indonesia daripada Jawa Krama karena khawatir salah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Banyak generasi muda memilih Bahasa Indonesia daripada Jawa Krama karena khawatir salah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Khusus untuk Bahasa Jawa, sebenarnya jumlah penuturnya masih banyak, Millens, yakni sebanyak 80 juta-an. Masalahnya, jumlah penutur Bahasa Jawa Krama semakin sedikit, khususnya di kalangan anak muda.

Yang lebih bikin miris, jika dulu fenomena orang-orang nggak tahu Bahasa Jawa Krama hanya bisa ditemui di kota-kota, kini semakin banyak ditemui di pedesaan. Bahkan, banyak anak di desa yang hanya bisa memakai Bahasa Indonesia dan jarang memakai Bahasa Jawa, di kelas Ngoko sekalipun.

Alasannya, orang tua banyak yang memilih untuk mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai percakapan sehari-hari karena yakin jika hal ini lebih baik bagi masa depan sang anak. Selain itu, kini banyak orang yang seperti menganggap Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang sopan sehingga lebih baik diucapkan daripada mencoba Bahasa Jawa Krama namun ternyata salah.

Duh, semoga saja anak-anak muda kini sadar ya kalau Bahasa Jawa Krama bakal punah dan mulai kembali dituturkan atau dipelajari. Sayang banget lo kalau bahasa ini sampai nantinya hilang, Millens. (Har, Kom/IB09/E05)