Bagian Asli yang Masih Dipertahankan di Masjid Nganguk Wali Kudus

Bagian Asli yang Masih Dipertahankan di Masjid Nganguk Wali Kudus
Masjid Nganguk Wali Kudus masih punya bagian yang masih asli sebagaimana saat kali pertama dibangun ratusan tahun yang lalu. (Facebook/Info Seputar Kudus)

Salah satu masjid yang kaya akan nilai sejarah di Kudus, Jawa Tengah, adalah Masjid Nganguk Wali Kudus. Tapi, kira-kira masjid ini masih punya bangunan asli nggak, sih?

Inibaru.id – Jafar Shadiq mendapatkan gelar Sunan Kudus tatkala berdakwah di Kota Kretek. Di sana, dia juga meninggalkan sejumlah warisan. Salah satunya adalah Masjid Nganguk Wali Kudus yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kudus.

Konon, masjid ini dibangun setelah Sunan Kudus bertemu dengan Kiai Telingsing. Ceritanya, saat Kiai Telingsing sedang ingak-inguk alias menengok kesana-kemari, dia dikejutkan dengan kedatangan Sunan Kudus dari arah selatan dengan tiba-tiba.

Dari pertemuan itulah, Kiai Telingsing membangun masjid bersama Sunan Kudus. Masjid yang masih eksis hingga sekarang ini kemudian dianggap sebagai tempat bersejarah.

Selain itu, ada hal lain yang bikin masjid ini istimewa, yaitu air sumurnya yang dianggap sakti atau berkhasiat. Saking istimewanya, air dari sumur tersebut nggak pernah mengering meski di puncak musim kemarau.

Bagian Masjid yang Masih Asli

Mustoko dan sirab yang ada di Masjid Nganguk Wali Kudus. (Berita Moeria)
Mustoko dan sirab yang ada di Masjid Nganguk Wali Kudus. (Berita Moeria)

Memang, bangunan Masjid Nganguk Wali Kudus terlihat lebih modern. Hal ini disebabkan oleh renovasi yang telah dilakukan beberapa kali. Tapi, bukan berarti seluruh bagian aslinya sudah hilang. Ada lo enam bagian yang masih asli.

Pertama adalah tiang saka guru yang jumlahnya empat buah. Tiang ini terbuat dari kayu jati dan terletak di tengah masjid. Posisinya masih sama sebagaimana saat kali pertama dibangun, walaupun ketinggian tiang sudah diubah sesuai tinggi masjid yang baru.

Selanjutnya, ada saka guru pendamping yang berjumlah 12 buah. Ada juga mustoko atau pucuk masjid yang terbuat dari bahan tanah liat. Mustoko ini dibuat langsung oleh tangan-tangan orang zaman dahulu. Nggak terbayang sekuat apa mustoko tersebut sampai bertahan selama ini ya, Millens.

Yang keempat adalah genting sirab. Genting yang letaknya persis di bawah mustoko ini berada di lantai dua. Selain itu, ada dua sumur atau mata air yang masih asli sejak kali pertama dibangun. Satu sumur ada di dalam kompleks masjid, sisanya ada di luar komplek Masjid Nganguk Wali Kudus.

Sumur tersebut kurang lebih memiliki kedalaman 15 meter. Banyak peziarah yang percaya bahwa air dari sumur tersebut berkhasiat dan mampu menyembuhkan pelbagai penyakit. Ada sejumlah peziarah yang bahkan membawa makanan untuk didoakan di dekat sumur. Harapannya, doa mereka terkabul melalui media makanan.

Meski begitu, ada juga warga sekitar yang menggunakan air dari sumur tersebut yang memakainya untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci kendaraan. Wah kok kesannya buang-buang air berkhasiat, ya?

Apapun itu, Masjid Nganguk Wali Kudus memang kaya akan nilai sejarah, ya, Millens! (Ber, Isk, Bet/IB31/E07)