Orang Semarang Wajib Tahu, Ini Asal Usul Tinjomoyo, Kaligarang, dan Jatingaleh Semarang

Kamu yang tinggal di Tinjomoyo, Kaligarang, dan Jatingaleh sudah pernah dengar tentang asal usul desamu belum? Ternyata ketiga desa ini memiliki keterkaitan dengan Sunan Kalijaga. Penasaran? Yuk simak ceritanya!

Orang Semarang Wajib Tahu, Ini Asal Usul Tinjomoyo, Kaligarang, dan Jatingaleh Semarang
Gerbang masuk Desa Tinjomoyo Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Inibaru.id - Meskipun nggak bisa dibuktikan kebenarannya, legenda selalu menarik disimak. Salah satunya, legenda Tinjomoyo. Kawasan hutan wisata yang dulunya difungsikan sebagai kebun binatang hingga tahun 2007 ini punya legenda panjang dalam penamaannya, lo.

Dikisahkan pada 1400 M, Raden Patah dan para Walisongo ingin mendirikan masjid sebagai pusat syiar agama Islam. Pembangunan masjid ini membutuhkan material yang nggak sedikit. Khususnya material kayu yang diharapkan bisa bertahan hingga ratusan tahun. Lalu Raden Patah dan para wali setuju untuk mencari kayu jati besar yang berumur ratusan tahun.

Salah satu sunan yang terpilih untuk mencari kayu tersebut adalah Sunan Kalijaga. Dia ditugaskan di pegunungan sebelah selatan Demak. Sunan yang selalu digambarkan memakai kain lurik ini ditemani oleh Ki Tapak Tumunggul lalu sampai pada hutan belantara yang ditumbuhi aneka pepohonan yang besar. Akhirnya mereka menemukan kayu jati yang dicari dan memutuskan untuk menebangnya pada esok hari.

Suasana di dalam hutan Tinjomoyo sekarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sambil menunggu prajurit datang, mereka dan para pengawal beristirahat di tepi sungai sambil membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh. Dalam bahasa Jawa, kegiatan tersebut disebut dengan nggarang awak. Kemudian tempat tersebut dinamai Kaligarang hingga sekarang.

Pagi harinya, mereka bergegas untuk menebang kayu jati pilihan meraka. Alangkah terkejutnya, jati itu menghilang begitu saja. Untuk mencarinya, sunan Kalijaga bertapa di bukit. Dalam pertapaannya, dia meninjau dengan mata batin yang disebut manik maya, sehingga bukit yang dia jadikan tempat pertapaan disebut dengan Tinjomoyo.

Selesai bertapa, Sunan Kalijaga mendapati kayu jati incarannya berpindah (ngaleh) ke suatu tempat. Sehingga tempat tersebut dinamai dengan Jatingaleh. Alhasil, Sunan Kalijaga beserta prajuritnya berhasil menebang kayu tersebut dan dijadikan bahan baku masjid yang hingga kini dikenal dengan Masjid Agung Demak.

Mungkin sebagian orang Semarang belum pernah mendengarnya. Tapi kamu bisa mendengar cerita legenda ini saat hadir di Pesta Kupat Hutan Tinjomoyo pada Rabu (12/6) lalu. Legenda ini juga berhubungan dengan legenda Goa Kreo lo, Millens! Kalau kamu sudah pernah dengar belum, Millens! (Zulfa Anisah/E05)