Air Berkah dan Api Dharma Telah Bersanding di Candi Mendut

Setelah mengambil Api Dharma dari api abadi Mrapen di Grobogan dan Air Berkah di mata air Umbul Jumprit di Temanggung, kedua elemen "disandingkan" di Candi Mendut. Gimana prosesinya?

Air Berkah dan Api Dharma Telah Bersanding di Candi Mendut
Seorang jemaah sedang melakukan ibadah di dalam candi Mendut. (Hayyina Hilal/Inibaru.id)

Inibaru.id - Rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 telah memasuki tahap penyakralan Air Berkah dan penyemayaman Api Dharma. Proses tersebut dilaksanakan pada Senin (28/5/2018) di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, oleh para biksu Sangha, rohaniwan, dan majelis-majelis agama Buddha.

Dalam prosesi tersebut, ratusan biksu dan umat Buddha menyemayamkan kendi-kendi yang berisi air berkah di dalam Candi Mendut sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya, para biksu dan umat Buddha lainnya melaksanakan pradaksina, yakni berjalan mengelilingi pelataran candi bagian bawah selama tujuh putaran, dan pelataran candi pada tingkat atas sebanyak tiga putaran diiringi dengan doa-doa suci.

Air Berkah merupakan lambang kerendahan hati manusia. Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Siti Hartati Murdaya, mengatakan, air tersebut didoakan agar berkah dan memberi ketenangan.

"Selain sifat air yang bisa hadir dalam berbagai bentuk dan kondisi, zat itu juga berperan penting bagi umat Buddha untuk bisa menjalani kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Sejumlah biksu memimpin pembacaan paritta suci bersama dengan para umat Buddha yang datang dalam prosesi tersebut. (Hayyina Hilal/Inibaru.id)

Setelah melaksanakan pradaksina dan menempatkan air berkah, pada pukul 17.00 WIB, para biksu dari berbagai majelis mulai memimpin umat untuk pembacaan paritta suci dan puja-puji secara khusyuk di depan altar patung Buddha berukuran besar dengan berbagai hiasan altar, seperti lilin, janur, rangkain bunga, dan buah-buahan.

Sebelumnya, api dharma diambil dari pusat api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Api tersebut bermakna semangat kehidupan yang harus terus dikobarkan. Sementara, air berkah diambil dari sumber mata air Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Dua elemen tersebut nantinya akan dikirab oleh ribuan umat Buddha ke Candi Borobudur yang merupakan lokasi puncak perayaan hari raya Waisak 2018, Selasa (29/5) mendatang. (Hayyina Hilal/E03)