Adol Dawet dan Pesan Orang Tua untuk Anak Perempuannya yang Akan Segera Menikah

Adol Dawet dan Pesan Orang Tua untuk Anak Perempuannya yang Akan Segera Menikah
Orang tua mempelai pengantin perempuan melakukan tradisi adol dawet. (Instagram/ariskaputripertiwii)

Kamu tahu dawet? Iya, minuman yang terbuat dari campuran air santan, gula merah, dan cendol hijau yang segar. Selain di pasar, kamu juga bisa membeli dawet pada acara pernikahan, lo!

Inibaru.id - Bagi sebagaian orang Jawa, pernikahan adalah rangkaian upacara sakral yang harus dilalui seluruhnya. Nggak cuma sarat filosofi, beberapa prosesi dalam upacara tersebut juga menarik dan unik, salah satunya prosesi Adol Dawet.

Dalam bahasa Jawa, adol dawet berarti berjualan dawet. Dawet adalah minuman tradisional di Jawa Tengah yang bercita rasa manis. Di tengah kesakralan upacara pernikahan, berjualan dawet tentu saja menjadi prosesi yang bakal menarik perhatian.

Adol dawet dilakukan oleh orang tua mempelai perempuan. Ibu biasanya bertugas menyiapkan dawet sekaligsus melayani pembeli, sedangkan bapak berperan memayungi ibu dan melayani pembayaran. Ini semacam simbol, dalam rumah tangga, istri dan suami harus saling membantu.

Ibu menyiapkan dawet, bapak memayungi ibu, kolaborasi yang menarik, bukan? (Rumahrias)

Oya, dawet dipilih karena bentuknya yang bulat melambangkan kebulatan hati orang tua untuk menjodohkan anaknya. Prosesi adol dawet dilakukan karena memiliki makna yang baik. Adol dawet dimaksudkan sebagai simbol harapan dan doa agar pernikahan yang akan digelar esok hari dikunjungi banyak tamu, layaknya dawet yang terjual laris-manis.

Manisnya Kehidupan Pernikahan

Cendol, air santan, dan gula merah, yang dicampur di ke dalam segelas dawet, dimaknai sebagai beragamnya tamu yang datang. Meskipun begitu, keberagaman tersebut membentuk satu rasa, yaitu manis, sebagai perwujudan doa untuk kemanisan hidup pernikahan.

Berjualan dawet. (Thebridedept)

Bercampurnya air santan yang berwarna putih dengan air gula merah juga diartikan sebagai bercampurnya perempuan dan laki-laki sebagai istri dan suami dalam kehidupan pernikahan.

Adol dawet biasanya dilaksanakan di halaman rumah pengantin dengan mengundang keluarga dan tetangga sekitar. Tamu undangan dapat membeli dawet menggunakan kereweng yang terbuat dari tanah liat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan manusia sejatinya dimulai dan dinafkahi dari bumi.

Keping kereweng yang digunakan untuk membeli dawet. (Pinterest)

Bagi calon mempelai perempuan, adol dawet adalah bentuk cinta orang tua terhadap anaknya. Tanpa perlu mengatakannya, orang tua menunjukkan bagaimana rumah tangga itu seharusnya berjalan serta persiapan apa saja yang harus dilakukan. Duh, jadi terharu! (MG28/E03)