TAK MAU KECOLONGAN, FACEBOOK KAJI KONTEN TERLARANG

TAK MAU KECOLONGAN, FACEBOOK KAJI KONTEN TERLARANG
mendosos konten terlarang(Foto:google)
2k
View
Komentar

inibaru.id-Pengguna media sosial Facebook barangkali masih mengalami shock terapy terkait kasus bunuh diri live seorang pria yang dipicu karena masalah cemburu Jumat (17/3). Aksi bunuh diri yang dilakukan oleh pemilik akun Pahinggar Indrawan atau yang biasa disebut Indra ini sempat dibanjiri ribuan penonton. Bahkan jejak video yang masih tersisa di Facebook tercatat ditonton lebih dari 1 juta kali.

Belum hilang dalam ingatan masyarakat mengenai kasus tersebut, kini pengguna Facebook kembali dibuat geger oleh pemberitaan unggahan video kekerasan yang dilakukan oleh seorang pria di Cleaveland, San Fransisco. Dalam unggahannya tersebut, terlihat dirinya tengah menembak orang tua, seperti yang dilansir dari salah satu media daring Tempo.com.

Ambil sikap

Menyikapi hal tersebut Facebook Inc kembali melakukan pengkajian mengenai bagaimana media sosial ini menangani video kekerasan dan konten-konten terlarang lainnya.

Facebook dalam lamannya menuturkan, pengkajian ini dirasa perlu agar media dapat lebih baik lagi dalam meng-counter video kekerasan atau konten lain yang meresahkan masyarakat setelah muncul siaran langsung video pembunuhan di Cleaveland, San Fransisco yang berlangsung kurang lebih dua jam, minggu pekan lalu.

Wakil presiden Facebook bagian operasi global dan kemitraan media, Justin Osofsky dalam posting blog menuturkan mengenai penanganan masalah ini. “Kami memprioritaskan laporan yang berhubungan dengan keselamatan yang serius bagi komunitas kami, dan tengah menjalankan proses pengkajian kembali yang jauh lebih cepat,” tegasnya

Kebijakan ini dianggap perlu segera diambil mengingat hampir sebagian besar masyarakat global menggunakan media sosial ini. Pasalnya, masyarakat seringkali menjadikan pengalaman empirik mereka sebagai pengetahuan. Dengan demikian Facebook harus mampu memberikan sajian yang edukatif dan inovatif bukan tontonan yang bersifat anarkis.(naa)