Tak Ingin Karier Anda Terhambat, Hindari 4 Hal Ini di Medsos

Hindari hal-hal ini di medsos

Tak Ingin Karier Anda Terhambat, Hindari 4 Hal Ini di Medsos
aplikasi medsos di android (foto: tekno-okezone.com)

inibaru.com - Tidak banyak yang menyadari, di era teknologi yang serba canggih ini, perilaku berkomunikasi menjadi sangat penting. Terutama komunikasi di dalam dunia maya. Seringkali seseorang menggunakan media sosial sebagai tempat menumpahkan segala cerita dari hal yang bersifat umum hingga ranah privat yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.

Mengingat medsos merupakan sarana komunikasi maya, mengharuskan kita untuk sangat berhati-hati dalam menggunakannya. Karena tak semua orang dapat memahami keadaan sebenarnya yang telah dialami. Pun sebagai pelaku, seringkali kita tak dapat melakukan konfirmasi terkait apa yang ia lakukan secara rinci dan detail.

Perilaku komunikasi yang dimaksud misalnya menulis status, memasang foto atau membagi tautan berita berbau pornografi, SARA, kekerasan, hoaks dan lain sebagainya. Dari hal itu tentu akan memicu komentar negatif dari netizen hingga adanya bullying.

Baca juga:
Horee! Indonesia Kini Miliki Email Sendiri
Sketsa Pria Nampang di Google Doodle Hari Ini, Siapakah Dia?

Selain itu, bagi seseorang yang tengah bekerja dalam sebuah lembaga atau perusahaan, perilaku yang kurang apik di medsos dianggap membawa pengaruh terhadap karier seseorang. Pasalnya dengan melakukan perilaku yang kurang baik tersebut dapat membunuh karakter seseorang dan berdampak negatif pada karier yang tengah dibangun.

Perilaku di medsos yang tanpa disadari mengganggu perusahaan dan berdampak buruk bagi karier antara lain sebagai berikut.

1. Terlalu sering mengumbar masalah pribadi

Tak ada orang yang lepas dari masalah. Namun tidak perlu semua masalah dan kekesalan terhadap sesuatu ditumpahkan di medsos. Bahkan jika ada orang lain yang memancing kemarahan Anda dengan menulis komentar tidak mengenakkan diakun media sosial kita dan kita menanggapi dengan tidak bijak menjadikan akun medsos tersebut akan dipenuhi drama.

Nah, akibatnya sebuah perusahaan atau lembaga akan mempertimbangkan orang tersebut dengan dalih ketidakmampuannya dalam menahan emosi yang akan terbawa ke tempat kerja. Hal semacam itu tentu akan menghambat karier pekerjaan seseorang.

2. Terlalu aktif

Intensitas muncul di media sosial tanpa batasan waktu akan membuat perusahaan atau lembaga curiga bahwa orang tersebut kecanduan media sosial. Hal tersebut akan memicu seseorang tak mampu mepergunakan waktunya dengan baik. Bahkan jika seseorang sudah bekerja, perusahaan akan terganggu dengan perilaku seseorang di medsos yang terlalu aktif.

Lain halnya jika orang tersebut melamar pekerjaan untuk mengelola akun medsos sebuah perusahaan. Maka hal tersebut yang justru harus menjadi skill mereka.

Baca juga:
Branding Sistem Like, Sebuah Pabrik di Cina Libatkan 10 Ribu Smartphone
Peringati Hari Media Sosial, Ajak Jadi Netizen Cerdas dan Tanggung jawab

3. Tata bahasa kacau

Media sosial merupakan platform media yang sifatnya kasual dan santai. Namun, jika hampir semua menggunakan kosakata tidak baku dan tata bahasa berantakan, maka profesionalisme orang tersebut akan dipertanyakan.

Kesalahan tata bahasa dan kosakata menjadi masalah serius yang dihadapi para pekerja saat ini. Misalnya, terlalu banyak kata-kata yang disingkat di medsos menjadikan rekan kerja akan kesulitan dalam memahami maksud seseorang.

4. Mengunci akun media sosial atau bahkan tidak punya sama sekali

Dengan banyaknya “jebakan” medsos yang bisa menghambat karier Anda, namun bukan berarti mengunci akun atau tidak membuat akun medsos menjadi baik untuk seseorang. Sulitnya mencari jejak seseorang di dunia maya akan memberi kesan orang yang misterius dan tidak dikenali rekam jejaknya.

Perusahaan atau sebuah lembaga tertentu tentu tak ingin ambil risiko dengan mempekerjakan orang misterius, jika ada kandidat lain dengan rekam jejak medsos yang jelas. (NA/IB)