Peringati Hari Media Sosial, Ajak Jadi Netizen Cerdas dan Tanggung jawab

Peringati hari Mesos, inilah ajakan bagi netizen

Peringati Hari Media Sosial, Ajak Jadi Netizen Cerdas dan Tanggung jawab
hari media sosial. (foto; news.cci.fsu.edu.com)
954
View
Komentar

inibaru.id - Pasca merebaknya teknologi informasi, media sosial seolah menjadi tren yang marak digunakan oleh semua kalangan. Baik dari anak-anak, remaja, dewasa, di kota maupun di desa. Tak hanya itu, media sosial kini juga telah dianggap menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam masyarakat Indonesia.

Hal tersebut yang mendorong Hendi Irawan D mencetuskan ide penetapan tanggal 10 Juni sebagai Hari Media Sosial. Menurutnya, gagasan tersebut mempertimbangkan betapa banyak dan vitalnya platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blog, Path, LinkedIn, Youtube, WhatsApp dan sebagainya yang digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Begitu praktis dan mudahnya media sosial dapat diakses, menjadikan masyarakat Indonesia ramai mengunduh dan menggunakan media sosial tersebut. Hal ini pula yang menjadikan negara Indonesia sebagai negara pengguna medsos terbanyak. Dilansir dari sumnber MRC setidaknya terdapat 4 jenis platform media sosial yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling konsumtif media sosial di dunia.

Baca juga:
Tak Ingin Karier Anda Terhambat, Hindari 4 Hal Ini di Medsos
Branding Sistem Like, Sebuah Pabrik di Cina Libatkan 10 Ribu Smartphone

Pertama, Indonesia menempati nomor empat dunia pengguna media sosial Facebook, dengan 111.000.000 dari total pengguna aktif 1.871.000.000. Kedua, nomor lima dunia versi media sosial Instagram. Disebutkan dari dalam penelitian tersebut terdapat 22.000.000 pengguna Indonesia dari total pengguna aktif 500.000.000 diseluruh dunia.

Ketiga, Indonesia kembali mendapat prestasi gemilang pengguna medsos versi media Twitter, Pasalnya, Indonesia menempati urutan nomor tiga dunia dengan hitungan 24.300.000 dari 317.000.000 pengguna aktif diseluruh dunia. Dan terakhir tak kalah fantastis Indonesia menempati nomor urut satu versi penggunaan media Path, dengan total 4.000.000 dari 20.000.000 pengguna aktif di dunia.

Dengan media sosial ini, siapa pun bisa saling berbagi ide, bekerjasama, berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Hal yang tak kalah penting, media sosial ini juga berpengaruh besar dalam membentuk prilaku nyata kehidupan setiap orang.

Namun, yang terjadi belakangan ini sungguh memprihatinkan. Pasalnya, media sosial justru dijadikan sebagai belantara distribusi informasi bermuatan hoaxgibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gossip, pornografi oleh buzzer yang tak bertanggung jawab, baik itu bermuatan politis maupun tidak. Sehingga menciptakan situasi saling serang dan berpotensi menimbulkan konfilk horizontal didalam kenyataan kehidupan masyarakat yang berujung pada perselisihan dan perpecahan.

Baca juga:
Demi Keutuhan Negara, MUI Haramkan 5 Hal dalam Bermedsos
5 Tips Beli Smartphone Bekas

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) setidaknya telah mencatat beberapa waktu terakhir ini terdapat 25.179 aduan yang dilayangkan masyarakat terkait konten negatif di media sosial. Melihat hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya turut ambil sikap dengan menerbitkan fatwa No 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Terbitnya fatwa ini berdasarkan kekhawatiran akan maraknya ujaran kebencian dan permusuhan melalui media sosial.

Bersamaan dengan Hari Media Sosial kali ini, kembali menyadarkan kita yang kini tengah berada di kehidupan serba modern dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Hal positif dan negatif tentu menjadi hal yang wajar yang muncul didalamnya. Kendati demikian kesadaran dan rasa tanggungjawab sebagai netizen menjadi sangat penting kita renungi bersama agar dimensi etika dalam berperilaku di media sosial tetap berada dalam batas koridor tertentu. Selain itu sikap bijak dan cerdas dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial juga tak bisa menjadi hal yang luput dari perhatian.   Sehingga dengan begitu media sosial kita akan membawa pengaruh positif dan memberi kontribusi dalam membangun bangsa.(NA/IB)