Hati-hati dengan Jarimu

belakangan ini begitu familiar di telinga para netizen Tanah Air. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak masyarakat untuk mengontrol atau bahkan meminimalisasi perkembangan persebaran informasi hoax.

Hati-hati dengan Jarimu
perkembangan persebaran informasi hoax. (Foto : google)
1k
View
Komentar

Inibaru.id - Kata “hoax” belakangan ini begitu familiar di telinga para netizen Tanah Air. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak masyarakat untuk mengontrol atau bahkan meminimalisasi perkembangan persebaran informasi hoax.

Banyak orang yang merasa terganggu dan resah dengan menjamurnya berita hoax. Namun nyatanya tak sedikit masyarakat yang gandrung menyebarkan berbagai informasi maupun berita hoax. Terbukti banyak jempol yang lebih cepat bertindak untuk melakukan like, share, enter dan send informasi yang mereka terima sebelum menggunakan logika mereka untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.

Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat kerap ikut menyebarkan informasi hoax. Satu diantaranya adalah banyak netizen yang tak menerapkan prinsip logis dan etis dengan baik. Tak dimungkiri bahwa logika merupakan hal penting yang harus diterapkan tiap netizen sebagai kemampuan untuk membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah.  

Yang tak kalah penting sebagai penerapan nilai etika, netizen dituntut untuk mampu membedakan mana informasi yang layak dan etis untuk dibagikan ke netizen lain. Minimnya kesadaran akan logika dan etika dari para netizen itulah yang mendorong persebaran informasi hoax makin bergerak sporadis.

Masyarakat dengan tipikal semacam itu cenderung suka menyebarkan informasi ke orang lain tanpa lebih dulu memeriksa kebenarannya. Tak sedikit orang merasa hebat jika jadi yang pertama dalam menyebarkan informasi entah berita tersebut benar atau salah. Bisa dikatakan, hoax ini bisa menimbulkan candu yang berbahaya seperti narkoba.

Biasanya konten berita yang kerap disebarkan melalui media sosial oleh para netizen adalah konten-konten berita lokal. Konten berita lokal dinilai telah mendominasi penggunaan internet sebesar 97,4% atau mencapai angka sebesar 129,2 juta orang dari total keseluruhan pengguna Internet aktif sebesar 132,7 juta pengguna. Sedangkan sisanya sekitar 3,6% mengakses konten lain.

Sayangnya, kini kebanyakan berita hoax tersebar dalam konten-konten berita lokal tersebut. Hal itu semakin diperparah dengan tipikal sebagian besar masyarakat yang tak selektif dalam memviralkan berita yang mereka konsumsi lewat media sosial.

Hoax yang dimainkan di media sosial bisa menjadi sangat berbahaya dan sangat merugikan bagi pihak yang menjadi korban. Pasalnya, mereka akan kehilangan reputasi, materi, bahkan juga bisa mengancam nyawa. Gerakan memberantas hoax dan segala perilaku buruk di media sosial perlu didukung oleh masyarakat dan pemerintah sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. (HA)