Branding Sistem Like, Sebuah Pabrik di Cina Libatkan 10 Ribu Smartphone

Branding sistem like, ini yang dilakukan pabrik cina

Branding Sistem Like, Sebuah Pabrik di Cina Libatkan 10 Ribu Smartphone
Brabding produk dengan sistem like. (foto: serplogic.com)
1k
View
Komentar

inibaru.id - Branding kini menjadi bagian yang terpisahkan dalam dunia bisnis. Branding sendiri merupakan sebuah proses pengembangan merek sebuah lembaga, termasuk nama, identitas, sistem dan messaging platform. Goal dari aspek-aspek yang kemudian disebut sebagai pesan merek, yang selanjutnya akan diterapkan untuk kampanye pemasaran untuk menyebarkan pesan atau produk tertentu.

Belakangan ini branding diakui cukup ampuh dalam menggaet konsumen pada suatu produk. Oleh karena itu, kesempatan ini nampaknya tidak disia-siakan sama sekali oleh pelaku peluang bisnis dalam bidang branding. Misalnya yang dilakukan oleh sebuah pabrik like raksasa di Cina yang tertangkap oleh sebuah video akhir-akhir ini seperti di lansir dari Mirror. Pasalnya pabrik like raksasa ini menggunakan sistem like atau clickfarm untuk mengangkat nama sebuah layanan maupun produk.

Baca juga:
Sketsa Pria Nampang di Google Doodle Hari Ini, Siapakah Dia?
Tak Ingin Karier Anda Terhambat, Hindari 4 Hal Ini di Medsos

Bahkan tak segan-segan, pabrik like raksasa tersebut melibatkan lebih dari 10 ribu ponsel yang dipakai untuk memberikan rating atau like sebanyak-banyaknya pada produk klien di media sosial.

Kabarnya sebuah perusahaan berani membayar dengan harga tinggi kepada pihak bisnis pabrik like raksasa ini untuk mendapatkan like banyak dari pabrik untuk produk tertentu. Dalam video amatir terlihat banyak smartphone berjejer untuk memberikan like buatan. Penyedia layanan like dan rating palsu semacam ini biasanya paling banyak ditemukan di Rusia dan Cina.

Baca Juga :

Kendati demikian, bisnis macam ini ternyata banyak mendapat kritik dari para netizen. Hal tersebut tampak dari kicauan netizen di sosial media pasca terkuaknya video amatir yang memperlihatkan proses kerja bisnis ini.

Baca juga:
Peringati Hari Media Sosial, Ajak Jadi Netizen Cerdas dan Tanggung jawab
Demi Keutuhan Negara, MUI Haramkan 5 Hal dalam Bermedsos

"Apakah semua yang ada di dunia saat ini cuma palsu?" tulis seorang netizen.

"Seharusnya hal semacam ini dibuat ilegal," tulis yang lain.

Tak hanya di Cina, pabrik like seperti ini juga sempat beroperasi di Tailand. Namun polisi lebih dulu menggerebek pabrik tersebut di sebuah rumah di wilayah Muang Aranyaprathet dekat perbatasan Kamboja.

Pabrik like tersebut dioperasikan oleh tiga orang asal China bernama Wang Dong, Niu Bang dan Ni Wenjin yang telah jadi tersangka karena melanggar aturan imigrasi dan penyelundupan. Mereka total menggunakan 474 iPhone, 347.200 kartu SIM dari operator Thailand dan 10 unit komputer. Semuanya disita untuk kepentingan penyidikan. (NA/IB)