Beginilah Giroskop Militer Dari Serat Optik Buatan Anak Indonesia

Sekelompok mahasiswa Teknik Fisika ITB angkatan 2013 berhasil menciptakan G-FORTAR atau Gyroscope for Military, sebuah giroskop serat optik yang diharapkan mampu menjadi giroskop militer pertama buatan putra-putri Indonesia.

Beginilah Giroskop Militer Dari Serat Optik Buatan Anak Indonesia
Giroskop Militer Dari Serat Optik (Foto: https://beritagar.id)
871
View
Komentar

Inibaru.id - Berangkat dari semangat Pemerintah Indonesia untuk menghadirkan negara yang melindungi segenap bangsa dan memberi rasa aman kepada seluruh warga negara, sekelompok mahasiswa ITB  tergerak untuk menciptakan perangkat militer sendiri.

Dilansir dari laman resmi ITB, Ardinda Kartikaningtyas, mahasiswa Teknik Fisika ITB angkatan 2013, bersama timnya menciptakan G-FORTAR atau Gyroscope for Military, sebuah giroskop serat optik yang diharapkan mampu menjadi giroskop militer pertama buatan putra-putri Indonesia.

"Indonesia kan sedang gencar-gencarnya mewujudkan Nawacita yang dicanangkan Pak Jokowi. Jadi pengen bisa mandiri dalam alat-alat sistem senjata," ungkap Megan Graciela Nauli, salah seorang anggota tim.

Giroskop sendiri merupakan sebuah sistem navigasi inersia (intertial navigation system/INS) yang di dalamnya terdapat suatu sensor kecepatan sudut. Benda ini merupakan salah satu komponen utama alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Baca juga:
Mahasiswa UI Ciptakan ‘Cardium’, Alat Ukur Real Time Risiko Diabetes dan Jantung
Festival Kreasi Teknologi Terbesar Indonesia di Festival Habibie 2017

Dilansir dari Kumparan, laju impor alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia saat ini memang masih sangat tinggi. Angkanya mencapai 683 juta dolar AS atau sekitar Rp 9,3 miliar pada tahun 2015.

Sementara, salah satu komponen utama alutsista adalah INS. Sistem ini merupakan bantuan navigasi yang berbasiskan sensor komputer, sensor gerak (akselerometer), dan sensor rotasi (giroskop) untuk terus menghitung melalui perhitungan mati posisi, orientasi, dan kecepatan yang bergerak ke objek tanpa perlu referensi eksternal.

INS banyak digunakan pada berbagai kendaraan sipil maupun militer seperti kapal, pesawat terbang, kapal selam, rudal dan pesawat ruang angkasa.

Nah, khusus untuk giroskop, Indonesia rupanya masih 100 persen melakukan impor. Giroskop dalam alutsista memegang peranan penting dalam mengukur dan mempertahankan orientasi perangkat berdasarkan prinsip-prinsip momentum sudut.

Hal inilah yang kemudian mendorong sekelompok mahasiswa ITB yang terdiri dari Ardinda Kartikaningtyas (Teknik Fisika 2013), Megan Graciela Nauli (Teknik Fisika 2013), Nahdia Nurul Hikmah (Teknik Fisika 2013), Khodijah Kholish Rumayshah (Aeronotika dan Astronotika 2014), dan Cristian Angga Jumawan (Teknik Mesin 2014) untuk menciptakan G-FORTAR. Alat ini merupakan purwarupa yang diharapkan bisa menjadi giroskop serat optik pertama buatan putra-putri Indonesia.

Baca juga:
Gagas Lem Bedah Kebocoran Jantung, Lima Mahasiswa Unair Gunakan Lendir Ini
Instagram Stories Indonesia Dua Kali Lebih Panjang dari Pengguna Dunia

Megan, salah satu anggota tim yang membuat G-FORTAR menuturkan, ia dan kawan-kawan telah memulai pembuatan G-FORTAR sejak Maret 2017 lalu. Prototipe giroskop serat optik ini mereka khususkan untuk digunakan dalam keperluan militer atau alutsista.

Dalam bidang alutsista, giroskop yang banyak digunakan di seluruh dunia memang berjenis serat optik.

"Sebenarnya giroskop ini kan bisa ke mana saja. Tapi kami cari yang bisa bermanfaat itu ke sebelah mana. Dan kami rasa cocok untuk alutsista militer, sih,” kata Megan kepada kumparan, Selasa (1/8). (OS/IB)