Banyak Netizen Tak Produktif

Banyak Netizen Tak Produktif
Netizen yang kurang kreatif tidak produktif. (Foto: Google)
1k
View
Komentar

Inibaru.id - Marak beredarnya informasi hoax sekarang ini salah satunya adalah karena budaya baca yang rendah di kalangan masyarakat Indonesia. Teknologi internet telah berkembang pesat dan masyarakat telah dimudahkan dalam berkomunikasi serta mengakses berbagai macam informasi. Sayangnya, hal tersebut tak membuat masyarakat Indonesia menjadi produktif dalam memanfaatkan internet.

Seperti dapat dilihat dari hasil riset yang telah dirilis perusahaan riset marketing dan media sosial ternama, MarkPlus Insight pada sekitar akhir tahun 2015. Mereka merilis hasil riset mengenai perilaku pengguna internet di Indonesia lewat situs resmi media daring mereka, Marketeers.

Namun Markeeters tak menyebutkan secara lengkap terkait jumlah sampel data dan demografi yang digunakan dalam riset yang mereka lakukan. Dari hasil riset yang dilakukan Markplus Insight terungkap fakta-fakta mengenai pengguna internet di Tanah Air. Hasil riset dibagi menjadi dua, yakni untuk menunjukkan aktivitas produktif dan tak produktif.

Hasil riset pertama menunjukkan aktivitas produktif yang dilakukan para pengguna internet di Indonesia seperti membaca portal berita daring, berkirim email atau memanfaatkan internet untuk berjualan daring. Dari riset tersebut diperoleh persentase 69 persen responden melakukan aktivitas browsing, 46 persen membaca berita dan 31 persen mengirim dan menerima email. Sementara untuk yang mengakses internet sebagai media jualan daring hanya mencapai presentase yang tak lebih dari 3 persen.

Angka tersebut terbilang kecil. Pasalnya, penjual daring di Indonesia kalah dengan situs atau lapak jual beli daring yang semakin menjamur di Indonesia. Apalagi situs e-commerce di Indonesia saat ini masih dikuasai oleh situs jual beli Bussines to Consumer (B2C) seperti situs marketplace Tokopedia, Bukalapak, Elvenia, dan lain-lain yang memiliki 200.000 lebih merchant di Indonesia.

Sedangkan pada hasil riset kedua menunjukkan aktivitas tidak produktif yang dilakukan netizen Indonesia. Dari 93 responden ternyata mayoritas masyarakat mengakses internet hanya untuk beraktifitas di media sosial. Hal ini tentu bukan sautu hal yang baru. Kita tahu benar bahwa media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Path memiliki jutaan penggemar di Indonesia. Bahkan pada beberapa riset ditemukan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah masyarakat yang paling “cerewet” di media sosial.

Sementara itu sejumlah 59 persen melakukan chatting, 41 persen mengunduh konten termasuk konten bajakan dan 15 persen lainnya mengakses internet untuk belanja daring.

Dari hasil riset tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengguna internet atau netizen di Indonesia memang masih kurang produktif dalam memanfaatkan internet. Mayoritas di sekeliling kita memanfaatkan akses internet hanya untuk aktif berselancar di media sosial dan mengobrol dengan teman via aplikasi messenger. Itu sebabnya peredaran informasi hoax lebih mudah menyebar lantaran kurangnya pemikiran kritis serta rendahnya budaya baca oleh para netizen. (IP/IB)