Sulit Tidur? Gunakan Kacamata Futuristik Ini

Belakangan viral di berbagai media sosial, kaca mata khusus berteknologi tinggi yang mampu atasi insomnia akut Anda. Ini dia!

Sulit Tidur? Gunakan Kacamata Futuristik Ini
Alat hilangkan insomnia, Sana Sleep. (Foto: Arah.com)

Inibaru.id - Sulit tidur atau insomnia memang sangatlah mengganggu, terlebih bagi para pekerja kantoran yang harus berangkat kerja setiap pagi. Alih-alih beristirahat di malam hari, mata malah terjaga hingga menjelang pagi. Pekerjaan pun menjadi tidak maksimal.

Namun, tak ada yang tak bisa dilakukan dengan teknologi. Baru-baru ini viral di berbagai media sosial sebuah kaca mata khusus berteknologi tinggi yang konon mampu menjamin insomnia akut enyah dari kehidupan Anda. Teknologi itu adalah Sana Sleep.

Sebagaimana kita tahu, manusia normal memiliki masa tidur yang ideal sekitar tujuh hingga delapan jam dalam sehari. Namun kenyataannya, sebagian masyarakat modern mengabaikan anjuran tersebut, baik lantaran pekerjaan, kesibukan menyelesaikan tugas bagi mahasiswa, atau karena insomnia akut.

Baca juga: Motor Listrik Buatan ITS Ini Siap Jadi Kendaraan Nasional

Nah, konon Sana Sleep mampu menyelesaikan semua masalah insomnia Anda. Produk keluaran Sana Health ini kabarnya mampu membuat penggunanya tertidur dengan nyenyak dan lelap setelah menggunakan kacamata ini selama 10 menit.

Dilansir dari engaget.com, selain berfungsi menghalangi cahaya, kacamata ini juga menerapkan mekanisme khusus di dalam bingkainya yang berbentuk seperti perangkat Virtual Reality.

Sana Sleep memiliki semacam stimulasi audio visual yang memicu pola otak berada dalam siklus tidur alami terbaik untuk menginduksi keadaan relaksasi dan mengalahkan insomnia.

Alat ini bahkan bisa memantau fluktuasi sistem saraf sehingga bisa memunculkan stimulasi audio visual personal pada tiap orang.

Rencananya, Sana Sleep akan diproduksi masal pada 2018 mendatang dengan dibandrol seharga US$400 atau kurang lebih setara dengan RP 5.330.000.

Baca juga: 6 Mobil Elektrik Asli Indonesia yang Tunggu Komitmen Pemerintah

Pimpinan SanaHealth, Richard Hanbury, mengatakan, teknologi ini merupakan solusi bagi seseorang yang memiliki masalah tidur kronis.

Teknologi yang sama telah diuji pada penemu dan balonis Bertrand Piccard yang membutuhkan cukup istirahat saat mengemudikan Solar Impulse dalam perjalanan keliling dunia tahun lalu.

Piccard disebutkan hanya memungkinkan untuk tidur tiga jam sehari yang terbagi dalam fase singkat 20 menit selama ekspedisi itu.

Saat ini pun, Sana Health sedang menguji perangkat pada atlet yang membutuhkan tidur yang cukup saat bepergian.

"Sana Sleep bukan hanya untuk pilot dan atlet, tetapi juga diperuntukkan bagi semua orang yang mengalami masalah tidur," tuturnya sebagaimana dikutip dari Arah. (GIL/IB)