Start-up Asli Indonesia Ini Menjuarai Tech in Asia 2017

Jika sebelumnya kita harus melalui 12 langkah demi mengekspor atau mengimpor barang, berkat adanya Andalin langkah ini tinggal 4 saja.

Start-up Asli Indonesia Ini Menjuarai Tech in Asia 2017
Start-up Andalin (Andalin)

Inibaru.id – Andalin menjadi juara pertama Arena Pitch Battle di ajang konferensi teknologi Tech in Asia 2017 setelah mengalahkan GYnetworks dari Korea yang harus puas di posisi kedua dan Spotdraft dari India yang ada di peringkat ketiga. Start-up asli Indonesia ini juga berhasil menyisihkan empat finalis lainya yakni Disitu (Indonesia), Tune Map (Indonesia), Hyku (Tiongkok), dan Datum (Swiss/Hongkong).

Baca juga: Indonesia Butuh Lebih Banyak Start-up Bidang Pelayanan Kesehatan

Andalin adalah layanan yang dibuat dengan tujuan membantu para pemilik UKM dalam mengimpor sekaligus mengekspor barang dari dan ke luar negeri dengan mudah. Dengan menggunakan aplikasi ini, para pemilik UKM tinggal memenuhi berbagai persyararatan dan biaya yang sudah ditentukan untuk mengekspor barang hasil produksinya atau mengimpor berbagai barang yang mereka butuhkan. Para pelaku UKM juga bisa dengan mudah mengecek proses pengiriman barang antar negara ini sehingga tidak perlu khawatir barangnya tidak akan sampai.

Rifki Pratomo, CEO dari Andalin mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia adalah salah satu pelaku ekspor impor terbesar di dunia, dalam realitasnya kita membutuhkan 12 langkah hanya untuk mengekspor atau mengimpor barang. Dengan menggunakan Andalin yang sudah bekerja sama dengan shipping agent serta warehouse di berbagai negara di luar negeri, kini proses pengiriman dari dan ke luar negeri mampu disingkat menjadi 4 langkah saja.

“Selain konsepnya baik, Andalin juga memiliki kelebihan dari sisi perencanaan keuntungan, validasi pasar dan eksekusi. Faktor-faktor inilah yang penting untuk dimiliki para start-up untuk dapat terus berkembang dan menarik investor, dan Andalin memberikan contoh yang baik,” ungkap Putra Setia Utama, COO Tech in Asia Indonesia sebagaimana dilansir dari Tempo.co (5/11/2017).

Baca juga: Program 1.000 Start-up dan Kendala Ketidaksiapan Ekosistem

“Saya berharap start-up di Indonesia ke depannya dapat mengikuti jejak Andalin dan membuat strategi yang lebih matang dari perencanaan keuntungan, bisnis, hingga manajemen produk sebelum menawarkan konsep mereka,” lanjutnya.

Tech in Asia dianggap memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan semangat pemerintah yang memang ingin menguatkan perekonomian digital. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan ajang ini dalam menarik minat 5.383 pengunjung yang terdiri dari 4.320 pengunjung dari dalam negeri dan 1.063 orang dari luar negeri. (AW/SA)