PLTB Sidrap, Era Baru Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di Indonesia

Dengan kapasitas 70 MW, PLTB Sidrap menjadi “kebun angin” terbesar di Indonesia secara kapasitas listrik yang dihasilkan.

PLTB Sidrap, Era Baru Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di Indonesia
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (evirotec.com)

Inibaru.id - Angin merupakan pembangkit energi terbarukan yang ramah lingkungan. Di sejumlah negara maju, pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga angin ini ada yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Sementara itu, di Indonesia, pembangkit listrik tenaga angin baru mulai digalakkan dan dibangun.

Guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik di pelbagai daerah, PT PLN terus berupaya membangun pembangkit listrik baru. Salah satu pembangkit yang berlokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, akan diresmikan akhir tahun ini.

Berbeda dari kebanyakan pembangkit listrik negeri ini yang berbasis energi tak terbarukan seperti batu bara, minyak, dan gas, energi pembangkit listrik yang digunakan di Sidenreng Rappang justru menggunakan tenaga angin (bayu) sebagai sumber energinya.

Baca Juga : Bukan Suramadu, Inilah yang Akan Jadi Jembatan Tepanjang di Indonesia

Dilansir dari CNN Indonesia, Direktur Pengadaan 2 PLN, Supangkat Iwan Santoso, memberikan keterangan, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017 ini.

Ia menambahkan, pembangkit listrik yang diberi nama PLTB Sidrap ini akan memiliki kapasitas listrik sebesar 70 megawatt (MW), dan jika dioperasikan penuh akan mampu melayani 70.000 Kepala Keluarga (KK) dengan rata-rata penggunaan 900 kWh.

"Akhir tahun mau operasi dan akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia," terang Iwan baru-baru ini.

Dirinya juga menjelaskan, kontrak jual beli listrik antara PLN dengan pihak swasta tersebut telah dilakukan pada tahun 2015. Nilai kontraknya berupa pembelian listrik oleh PLN sebesar US$0,11 per Kilowatt-hour (KWh).

Harga ini, menurut Iwan, lebih murah dibandingkan dengan aturan tarif pemerintah, yakni US$0,18 per KWh. Sementara itu, perusahaan yang akan mengembangkan pembangkit ini adalah PT UPC Difrap Bayu Energi yang juga bekerja sama dengan Inggris dan Amerika Serikat.

Dilansir dari Detikcom, proyek ini digarap oleh investor asal Amerika Serikat, UPC Renewables bekerjasama dengan PT Binatek Energi Terbarukan. Lokasi PLTB ini sendiri terletak di kawasan pegunungan. Dengan kapasitas 70 MW, PLTB Sidrap menjadi “kebun angin” terbesar di Indonesia berdasarkan kapasitas listrik yang dihasilkan.

Baca Juga : Hebat, Pabrik Robotik Pelumas Karya Anak Bangsa Telah Diresmikan

Jika pembangkit ini beroperasi, pembangkit ini akan semakin mendukung rencana pemerintah untuk mencapai target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2017, yakni mencapai 1.028 MW untuk tenaga bayu.

RUPTL yang direncanakan hingga tahun 2026 sendiri dalam bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) ditargetkan akan tumbuh 11,9 persen 10 tahun mendatang. (GIL/IB)