Penjualan Merosot Tajam, Samsung Bakal Tutup Pabrik di Tiongkok

Penjualan Merosot Tajam, Samsung Bakal Tutup Pabrik di Tiongkok
Ilustrasi ponsel Samsung. (Reuters)

Samsung harus menutup salah satu pabriknya di Tianjin, Tiongkok lantaran penjualannya merosot tajam. Penurunan pangsa pasar Samsung di negara tersebut diakibatkan karena kalah saing dengan ponsel merek lain.

Inibaru.id – Samsung Electronics Co Ltd dikabarkan bakal menutup salah satu pabrik smartphone miliknya di Tiongkok. Penutupan ini dilakukan lantaran tingkat penjualan ponsel Samsung yang merosot tajam. Padahal, biaya tenaga kerja di negara tersebut semakin meningkat.

Penurunan jumlah penjualan ini terjadi karena pasar lebih memilih untuk membeli ponsel merek lain seperti Huawei dan Xiaomi. Selain harga yang jauh lebih murah dari Samsung, ponsel-ponsel tersebut juga memiliki fitur yang beragam.

Tempo.co, Selasa (14/8/2018), menulis lima tahun yang lalu, Samsung menguasai 20 persen pangsa pasar ponsel di Tiongkok. Namun, tahun ini pangsa pasar ponsel Samsul di Negara Tirai Bambu itu hanya tersisa satu persen.

Oleh karena itu, perusahaan terbesar di Korea Selatan ini memutuskan untuk menutup satu dari dua pabriknya di Tiongkok dan memfokuskan investasi ponselnya di Vietnam dan India. Di Tiongkok, Samsung memiliki dua pabrik yang bertempat di Tianjin dan Huizhou. Berdasarkan rencana, Samsung akan menghentikan operasinya di pabrik Tianjin pada 2018. Namun, pabrik milik Samsung yang berada di Huizhou akan tetap berjalan seperti biasa.

“Pasar smartphone secara keseluruhan mengalami kesulitan karena pertumbuhan melambat. Perusahaan telekomunikasi Tianjin Samsung Electronics bertujuan untuk fokus pada kegiatan meningkatkan daya saing dan efisiensi,” ujar Samsung dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Berdasarkan Electronoc Times, pabrik Samsung di Tianjin telah memproduksi 36 juta ponsel per tahun dan pabrik Huizhou menghasilkan 72 juta unit per tahun. Sementara itu, dua pabrik di Vietnam jika digabungkan dapat menghasilkan 240 juta unit per tahun.

Persaingan di dunia elektronik memang semakin ketat ya, Millens. Semoga keputusan yang diambil Samsung membawa dampak positif pada tren ponsel di dunia. (IB13/E04)