Google "Ogah" Terima Iklan Politik pada Pemilu 2019

Google
Ruang kerja kantor Google Indonesia. (Qerja.com)

Google menegaskan nggak bakal menerima iklan politik untuk Pemilu 2019 di Indonesia.

Inibaru.id – Tahun politik ada di depan mata. Rakyat Indonesia sudah bersiap untuk melakukan pesta demokrasi pada 2019 mendatang. Begitu pun para pasangan calon, partai pendukung, dan tim sukses  masing-masing.

Pada tahun politik nanti, para pasangan calon bakal memanfaatkan semua media untuk berkampanye termasuk di jagat maya. Sayang, mereka nggak bisa memasang iklan di AdSense untuk berkampanye.

Sebagai informasi, iklan yang ada di AdSense bisa didistribusikan kepada target audience yang dituju si pembuat iklan. Mereka bisa memilih audience mana yang akan dituju dengan mengandalkan data yang dihimpun Google seperti data pengguna meliputi data demografis, rentang usia, domisili, bahkan jenis barang yang belakangan dicari di internet.

Google selaku pemilik platform iklan AdSense menyatakan mereka nggak akan menerima iklan politik apapun. Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di sela-sela gelaran Grand Launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam pada Rabu (12/9).

Sebelum datang ke acara, Rudiantara sempat bertemu dengan Presiden Google Asia Pasifik Karim Temsamani dan membicarakan hal ini.

"Ini adalah kebijakan dari Google yang diambil untuk tidak masuk ranah politik, dengan tidak menerima iklan politik. Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Google," ujar Rudiantara.

Dengan begitu, nantinya iklan Google di Indonesia bakal terbebas dari unsur politik. Berita bodong di dunia maya pun diharapkan bisa berkurang dengan langkah ini.

Kebijakan ini nggak hanya diterapkan pada Pemilu 2019. Pada Pemilu 2014 lalu, Google juga menerapkan kebijakan yang sama.

Nah, Google sudah menyatakan sikapnya nih, Millens. Sekarang tinggal kamu yang harus pandai menyaring informasi dari internet untuk keperluan Pemilu nanti. (MG14/E04)