Metro TV Sajikan Berita Sesuai Fakta

Senin (15/5) lalu, salah satu postingan berita di akun Instagram Metro TV menuai kecaman negatif dari para netizen.

Metro TV Sajikan Berita Sesuai Fakta
metro tv vs tv one (Foto: kompasiana.com)

inibaru.id - Senin (15/5) lalu, salah satu postingan berita di akun Instagram Metro TV menuai kecaman negatif dari para netizen. Unggahan berita tersebut adalah berita tentang perjalanan Presiden Jokowi yang mengunjungi Masjid Niujie, masjid tertua di Beijing dalam lawatannya setelah menghadiri upacara pembukaan Belt and Road Forum For International Cooperation, Minggu (14/5). Forum tersebut merupakan kerja sama negara-negara di Jalur Sutera di China National Convention Center, Beijing, Tiongkok.

Dalam postingan tersebut tak sedikit netizen yang mengatakan bahwa Metro TV menyebarkan berita hoax dan sekadar membangun pencitraan Jokowi. Padahal portal berita daring besar lainnya seperti news.liputan6.com, rappler.com, news.okezone.com, tribuntravel.com dan masih banyak lagi juga memberitakan peristiwa tersebut.

Itu artinya berita terkait kunjungan Jokowi ke Masjid Niujie yang dirilis Metro TV di akun Instagramnya adalah sesuai dengan fakta dan bukan hoax. Isi berita yang disampaikan pun sesuai dengan fakta dan diproduksi sesuai kaidah jurnalistik yang ada.

Melihat kasus semacam itu bisa diambil kesimpulan bahwa sejauh ini memang masih banyak netizen yang tidak secara bijak dalam merespon berbagai pemberitaan yang diviralkan melalui media sosial. Sejumlah netizen kerap melontarkan ujaran kebencian tanpa lebih dulu mengroscek kebenaran beritanya.

Hal semacam itu bukan kali pertama bagi Metro TV maupun media-media lainnya. Tak sedikit media-media besar baik mainstream maupun daring tak lolos dari sentimen negatif netizen. Apalagi jika memberitakan sesuatu yang berseberang ideologi, visi misi dan lain sebagainya.

Beberapa media mungkin memang tampak cenderung memihak pada pihak tertentu. Tapi sejauh berita yang diproduksi tetap taat kaidah jurnalistik dan menyampaikan berita sesuai fakta, tentu sudah seharusnya netizen bisa menghargai kerja jurnalisme tersebut. Netizen harus lebih rajin kroscek terlebih dulu sebelum menjadikannya referensi, merespon dan menyebarkannya ke banyak orang. Cek ke media lain, bagaimana sudut pandang media tersebut terhadap hal yang sama.

Anda bisa membandingkan informasi dari tiga media yang berbeda untuk menyaring informasi. Jika sebuah berita hanya dimuat di satu media, ada baiknya perlu berhati-hati menggunakannya sebagai referensi. Selain itu, netizen pun tak perlu merespon dengan berkomentar negatif serta menyudutkan media tersebut. (IP)