Listrik dari Pohon Kedondong, Bagaimana Bisa?

Naufal raziq, bocah 15 tahun asal Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), berhasil ciptakan energi listrik dari pohon kedondong (Spondias Dulcis Forst).

Listrik dari Pohon Kedondong, Bagaimana Bisa?
Bocah kecil yang menemukan listrik dari pohon. (Foto:https://www.google.co.id)

Inibaru.id - Di saat energi mutakhir  terbarukan tak banyak ditemukan di Indonesia, penemuan bocah asal  Aceh, Naufal Raziq tentu amat membanggakan. Bayangkan, dia menemukan energy listrik dari pohon kedondong pagar! Hmmm..

Usianya baru 15 tahun, tapi kiprahnya begitu kentara bagi tanah air. Duduk di bangku Kelas III MTS Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), bocah pendiam ini berhasil menciptakan energy listrik dari pohon kedondong (Spondias Dulcis Forst).

Kenapa kedondong? Menurutnya, kedondong merupakan pohon yang sangat gampang ditemui di kampung halaman Naufal lantaran biasa di jadikan pagar halaman rumah warga. Untuk menghasilkan energy listrik, pohon kedondong di pasangi rangkaian yang terdiri pipa tembaga, batangan besi, kapasitor, dandioda.

Temuan sumber listrik dari pohon kedondong oleh Naufal ini menghasilkan daya sebesar 0,5–1 Volt per elektroda dengan dipasang pada rangkaian pohon kedondong. Menurut Naufal, arus listrik yang di hasilkan sangat bergantung kepada kadar keasaman pohon.

Melalui beberapa evaluasi dan perbaikan, pohon listrik itu telah menerangi puluhan rumah di Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Langsa, Aceh, sebagai pencahayaan lampu pada malam hari.

“Saya senang sekali dan bangga penemuan ini bias bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Naufal sebagaimana di kutip dari Indopos.

Butuh waktu lama untuk menemukan energy listrik dari pohon kedondong. Itu berawal saat bocah Langsa, 20 Maret 2002 itu mempelajari ilmu pengetahuan alam dan membaca bahwa buah yang mengandung asam bisa menghantarkan listrik.

Naufal mengawali eksperimennya dengan menguji buah kentang. Kemudian, ia berpikir, apabila suatu buah berasa masam, pohonnya pun pasti setali tiga uang. Dari situlah ia mulai mencari pohon yang berbuah masam.Dari pohon kentang, ia pindah ke pohon mangga. Namun, ternyata masih juga tatap tidak layak. Setelah itu, dia mencoba jenis pohon lainnya.

“Akhirnya menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik,” ungkap pengagum BJ Habibie tersebut.

Tak berhenti sampai situ, Naufal terus mencari cara agar ada akselerasi daya pemulihan (recovery) energy listrik dari pohon kedondong itu optimal. Hal itu dilakukan lantaran dari percobaan sebelumnya, pohon kedondong membutuhkan waktu lama untuk pemulihan diri, dan belum stabil.

Saat ini dirinya mengaku sedang menguji penyimpanan energy dari pohon kedondong kebaterai sebagaimana proses solar cell.

”Saya berharap nyala lampu bisa stabil karena pada proses sebelumnya (dengan langsung dari pohon kelampu)energinya tidak stabil dan lama kelamaan drop. Selain itu, recovery alaminya juga lambat sekali,” tandasnya. (IP/IB)