Tim Spektronics ITS Juara Cham-E-Car Competition 2017 di Amerika Serikat

Kali pertama ikut kompetisi, Tim Spektronics langsung juara. Mereka mengalahkan juara bertahan dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Tim Spektronics ITS Juara Cham-E-Car Competition 2017 di Amerika Serikat
Tim Spectronics dari ITS saat berada di ajang AIChE Cham-E-Car-Competition (Ristek Dikti)

Inibaru.id – Tim Spektronics dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil merebut juara pertama Race Competition dalam ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 yang diadakan di Minneapolis, Amerika Serikat.

Tim yang merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara dan baru kali pertama mengikuti kompetisi ini mengalahkan tim juara bertahan dari University of California-Irvine, Amerika Serikat, dan Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dari Korea Selatan dalam kompetisi yang diadakan pada Minggu, 29 Oktober 2017, lalu.

Baca juga: Tak Ingin Ketinggalan, Indonesia Akan Kembangkan Baterai Mobil Listrik

Rifki Putra Herminanto, koordinator Tim Spektronics menyebutkan bahwa dalam kompetisi utama (Race Competition), setiap tim diperbolehkan menempuh jarak 23,5 cm dengan tingkat error (berhenti sebelum garis finish) paling kecil dalam dua kali kesempatan. Mobil yang dipakai juga harus membawa beban air sebanyak 157 mililiter yang baru diberitahukan satu jam sebelum kompetisi dimulai. “Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat error terkecil atau yang berhasil meraih jarak paling dekat dengan target yang akan menjadi juara,“ ungkapnya.

Pada kesempatan pertama, Tim Spektronics berada di urutan ke-6 dengan error mencapai 73 cm. Pada kesempatan berikutnya, tim melakukan diskusi untuk melakukan perbaikan dan hasilnya mobilnya berhasil menyalip semua peserta dan menjadi juara pertama karena hanya melakukan error 2 cm dari target. Sementara itu, juara kedua dari University of California-Irvine hanya mampu mencapai tingkat error 9 cm.

Selama kompetisi, Tim Spektronics mengalami kendala berupa perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara Indonesia dan Amerika Serikat. Selain itu, mereka juga tidak sempat melakukan test-run untuk kalibrasi data. Bahan kimia yang dipakai juga berbeda tingkatannya dengan yang ada di Indonesia. Beruntung, tim sudah mempersiapkan penghangat air sehingga suhu reaktor pun bisa dihangatkan.

Baca juga: Keren, Mahasiswa ITS Berhasil Mengembangkan Bahan Penyambung Tulang Patah

Ketua Tim Spektronics ITS Putu Adhi Rama Wijaya menyebut gelar juara ini sebagai prestasi terbesar dalam sejarah Spektronics, sejak berdiri tujuh tahun lalu. Tak hanya menjadi juara di kompetisi utama, tim Spektronics ternyata juga menjuarai kategori Best Video Competition serta Spektronics Aerio Superior, prototipe mobil ramah lingkungan dengan ukuran mini. Untuk kategori terakhir ini, Tim Spektronics mengalahkkan 42 tim dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Hong Kong, Arab Saudi, dan Korea Selatan. (AW/SA)