Kenalan dengan ESIM, Calon Pengganti Kartu SIM Ponsel Kita

Adanya eSIM membuat kita tidak perlu lagi copot-pasang kartu SIM fisik saat ingin berganti operator seluler.

Kenalan dengan ESIM, Calon Pengganti Kartu SIM Ponsel Kita
eSIM yang berukuran sangat mini. (Heise)

Inibaru.id – Saat Google merilis ponsel pintar terbarunya, Pixel 2 dan Pixel 2 XL, ada satu fitur yang sangat menarik, yakni eSIM (embedded Subscriber Identity Module) atau kartu SIM tertanam. Fitur ini sangat unik karena tanpa kartu SIM, ponsel kita tidak akan bisa terhubung dengan operator telekomunikasi sehingga tidak akan bisa dipakai.

Sebelum jauh membahas tentang eSIM, ada baiknya kita membahas tentang sejarah kartu SIM terlebih dahulu.

Pada 1991, kartu SIM masih memiliki ukuran sebesar kartu kredit. Pada 1996, produsen kartu SIM berhasil menyusutkan ukurannya menjadi jauh lebih kecil dan dikenal luas pengguna ponsel di Tanah Air sekitar 1997. Pada tahun 2003, ukuran mikro mulai diperkenalkan di pasaran dan kemudian ukuran nano yang menjadi ukuran ukuran kartu SIM standar saat ini diperkenalkan pada 2012.

Perkembangan teknologi membuat ukuran kartu SIM semakin menyusut. Tahun lalu saja GSMA (asosiasi yang mewakili operator jaringan di dunia) memperkenalkan eSIM, sebuah chip dengan ukuran 5 mm x 5 mm. Ukurannya yang sangat mini ini membuat eSIM tidak perlu lagi dicabut-pasang lagi.

Jika kita ingin berganti operator telekomunikasi, kita hanya perlu melakukan sejumlah cara yang bisa kita temukan di pengaturan ponsel. Hal ini berarti, kita sudah tidak perlu lagi membeli kartu SIM fisik dan memasukannya ke dalam ponsel seperti sebelumnya.

Adanya teknologi ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka yang kerap bepergian ke luar negeri karena membuat pergantian operator seluler menjadi lebih mudah. Bahkan, eSIM juga diklaim jauh lebih aman dari kartu SIM biasa.

Sebagaimana namanya, chip eSIM sudah tertanam pada papan sirkuit. Chip ini sudah memiliki kemampuan M2M (machine to machine) dan remote provisioning. Kemampuan yang terakhir inilah yang memungkinkan pengaturan operator jarak jauh tanpa perlu menggunakan kartu SIM fisik seperti sebelumnya. Jika kita pergi ke suatu negara misalnya, ponsel dengan teknologi eSIM ternyata bisa mendeteksi perubahan lokasi dan menawarkan beberapa operator lokal yang bisa digunakan lengkap dengan paket-paketnya.

Meskipun terlihat keren dan memudahkan, operator seluler di tanah air ternyata masih menunggu perkembangan teknologi terbaru ini. Tak hanya menunggu regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, operator juga melihat apakah produsen telepon juga akan mengubah teknologi ponselnya demi mengakomodasi eSIM ini.(AW/SA)