Kabar Bagus! Karakter Twitter Kini Dua Kali Lipat Dari Sebelumnya

Menulis status Twitter dua kali lipat lebih panjang. Kabar yang sangat bagus bagi yang suka bercuit-cuit.

Kabar Bagus! Karakter Twitter Kini Dua Kali Lipat Dari Sebelumnya
Ilustrasi Twitter. (Foto: infoatletico.com.ar)

Inibaru.id – Kabar bagus bagi yang suka menulis status di Twitter, lebih-lebih mereka yang suka menulis status panjang. Mereka bisa mengunggah status dua kali lipat lebih panjang.

Seperti diberitakan Antara (27/9/2017), Twitter mengumumkan percobaan baru untuk memberikan batas karakter yang lebih panjang, dari sebelumnya 140 karakter menjadi 280 karakter.

“Kami ingin setiap orang di seluruh dunia dapat mengekspresikan diri mereka dengan mudah di Twitter. Oleh karena itu, kami melakukan sebuah percobaan baru: memberikan batas karakter lebih panjang (280 karakter) pada bahasa yang dipengaruhi oleh adanya batas karakter seperti yang dialami oleh semua bahasa, kecuali bahasa Jepang, Mandarin (Tiongkok), dan Korea,” ujar Aliza Rosen, Product Manager Twitter dalam keterangan tertulis, Rabu (27/9/2017).

Baca juga: Tau Gak Sih, Penelusuran Suara Berbahasa Jawa dan Sunda Sudah Dikenali Google Lho!

Selama ini, batas karakter memang menjadi persoalan orang-orang yang menciptakan Tweet dengan huruf latin, misalnya orang berbahasa Inggris, termasuk di dalamnya pengguna bahasa Indonesia yang juga memakai huruf latin. Alhasil, ketika pengguna menciptakan Tweet dalam bahasa Inggris misalnya, mereka akan dengan cepat mendekati batas 140 karakter dan harus mengedit Tweet mereka agar sesuai dengan batas tersebut.

Hal tersebut tak terjadi bagi orang yang menulis Tweet dalam bahasa Jepang. Dia tidak memiliki masalah yang sama. Saat pengguna tersebut selesai menulis Tweet-nya, ia masih memiliki ruang untuk menuliskan beberapa kata atau kalimat lagi.

Kenapa bisa seperti itu? Dalam bahasa seperti Jepang, Korea, dan Mandarin (Tiongkok), pengguna dapat menyampaikan dua kali lipat jumlah informasi dalam satu karakter. Maklum, satu karakter huruf kanji misalnya adalah satu kata.

Berdasarkan Penelitian

Aliza menambahkan, meskipun percobaan ini hanya tersedia untuk sebagian kecil pengguna secara global, Twitter ingin transparan tentang alasan di balik percobaan ini dengan melakukan penelitian.

Baca juga: Google Drive bakal Dimatikan 2018, Pengguna Diminta Back-up Data

Dalam penelitiannya, Twitter menemukan bahwa hanya 0,4 persen Tweet yang dikirim dalam bahasa Jepang memiliki 140 karakter. Tapi dalam bahasa Inggris, ada 9 persen Tweet yang menggunakan 140 karakter.

Selanjutnya, sebagian besar Tweet dalam bahasa Jepang hanya menggunakan 15 karakter, sementara kebanyakan Tweet dalam bahasa Inggris memiliki 34 karakter.

Twitter juga menemukan bahwa batas karakter adalah penyebab utama orang-orang sedikit frustasi saat akan Tweet dalam bahasa Inggris. Namun demikian, hal ini tidak terjadi pada orang-orang yang menggunakan bahasa Jepang dalam Tweet mereka.

Twitter itu identik dengan sifatnya yang ringkas (brevity). Itulah yang menjadikan platform ini tempat terbaik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dengan sebuah Tweet, pengguna dapat mengetahui informasi atau berbagai pemikiran penting secara langsung dari sumbernya. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kami ubah,” tambah Aliza Rozen. (PA/SA)