Kegiatan "Flash Sale" Bakal Diatur Ulang

Kegiatan
Kegiatan "flash sale" bakal diatur. (Bussinessadvice.co.uk)

Agar tidak merugikan pelaku e-Commerce, idEA berencana mengatur kegiatan "flash sale". Aturan tersebut meliputi tarif batas bawah dan subsidi harga barang.

Inibaru.id – Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) bakal mengatur kegiatan diskon kilat (flash sale). Ketua Umum idEA Ignatius Untung mengatakan pihaknya akan mengatur harga saat flash sale agar para penjual nggak hanya adu harga murah tapi juga inovasi.

Ignatius mengatakan banyak pelaku e-commerce yang melakukan subsidi produk untuk memberikan harga murah sehingga menarik perhatian pelanggan.

"Baiknya ada aturan main. Kalau nanti hanya adu kuat, ya yang tidak kuat akan kalah. Makanya, kami mau sosialisasi dan undang anggota untuk diskusi dulu risikonya apa sih," kata Ignatius, dilansir dari Cnnindonesia.com, Selasa (11/9/2018).

Setelah melakukan pertemuan dengan para pelaku e-commerce, Ignatius menemukan pemberian subsidi didasari pada persaingan dengan e-commerce lain yang melakukan hal serupa.

"Tidak ada pemain satupun yang suka kasih subsidi. Kenapa subsidi karena lawan mereka melakukan (subsidi), kalau tidak mati," kata Ignatius

Menangani permasalahan tersebut, idEA akan memberikan standardisasi tarif batas bawah atau aturan pemberian subsidi untuk mengatur flash sale agar pelaku e-commerce tidak merugi. Saat ini, konsep tepatnya masih dalam penggodokan.

Selain itu, idEA juga sedang mengatur sistem rating untuk anggotanya. Menurut Ignatius, sistem ini semacam ISO agar lebih dipercaya konsumen. Masa sosialisasi dari penerapan ISO ini ditarget sampai 2020 mendatang.

"Definisi dan faktor standardisasi ini banyak. Dari waktu pengiriman, penyelesaian ketika ada masalahnya seberapa smooth. Kita definisikan standarnya dulu. Grade A, B, C seperti apa. Dari situ nanti sosialisasi ke anggota soal standar ini," katanya.

Kalau menurutmu, perlu nggak sih ada penyeragaman seperti ini, Millens? (MG12/E04)