Fitur Penyaring Konten Pornografi Google Berimbas ke Youtube

Fitur Penyaring Konten Pornografi Google Berimbas ke Youtube
Ilustrasi Restricted Mode. (Ncsedtechnews.blogspot.com)

Setelah penyaring konten pornografi Google diaktifkan, sejumlah konten di Youtube tidak bisa diakses. Padahal, konten tersebut nggak mengandung unsur pornografi.

Inibaru.id - Atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), sebanyak 25 penyedia layanan internet (ISP) mengaktifkan fitur safe search di mesin pencari Google (Google Chrome). Pengaktifan fitur ini dilakukan untuk membatasi munculnya konten pornografi di mesin pencari tersebut.

Kendati begitu, safe search ini justru berimbas kepada pemblokiran akses ke beberapa konten di Youtube. Padahal, konten yang diblokir nggak berbau pornografi.

Kabar ini pun sampai di telinga Kemenkominfo setelah adanya aduan para pembuat konten di Youtube. Seusai mendapat aduan, Kominfo langsung menelusuri akar permasalahannya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan hal itu adalah kesalahan teknis ISP dalam menerapkan safe search.

"Itu kesalahan teknis bukan Kominfo yang minta. Kami minta default ke safe search untuk Google Chrome. Tapi ada operator yang dia me-routing termasuk ke Youtube. Nah, Google kan banyak fiturnya termasuk Youtube," ungkap Rudiantara seperti ditulis Cnnindonesia.com, Senin (13/8/2018).

Namun, Rudiantara mengatakan hal ini sudah diselesaikan dengan ISP terkait dan seluruh video non-pornografi sudah bisa diakses kembali.

Di sisi lain, Youtube sebenarnya sudah lama memiliki kebijakan khusus perihal konten pornografi. Youtube sudah menyediakan Restricted Mode atau Mode Terbatas yang berfungsi untuk memfilter konten yang mungkin tidak ingin dilihat penggunanya.

Metrotvnews.com (8/6/2016), menulis, pihak Youtube menyebut konten berisi obsesi seksual akan dihapus atau dikenai pembatasan usia. Konten pornografi atau seksual diizinkan ditampilkan di Youtube jika video itu bertujuan untuk pendidikan, ilmiah, artistik atau dokumenter.

Mereka menambahkan, video yang mengandung konten seksual tapi dianggap tidak melewati batas masih bisa ditayangkan dengan dikenai pembatasan usia. Dengan kebijakan itu, video tersebut masih bisa diakses orang-orang dengan usia tertentu.

Hm, untung nggak jadi diblokir ya, Millens. Kalau video-video inspiratif seperti di Inibaru TV ikut terblokir kan sayang banget. (MG11/E04)