Kata Mereka yang Sudah Punya "Jagoan" untuk Pilkada

Menjelang Pilkada, sebagian orang sudah menentukan pilihannya. Bahkan, mereka sudah menyiapkan pilihanny sejak lama. Begini cerita beberapa orang yang sudah punya jagoan untuk Pilkada nanti.

Kata Mereka yang Sudah Punya "Jagoan" untuk Pilkada
Pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. (Arah.com)

Inibaru.id - Pilkada 2018 ini memiliki arti yang penting bagi masyarakat Indonesia. Ini karena Pilkada menjadi momen menentukan pemimpin lima tahun ke depan. Karena itu, sebagian dari mereka sudah mempelajari seluk beluk calon pemimpinnya dan menaruh hati pada calon tertentu, bahkan sudah sejak lama.

Hal ini diakui salah seorang pemilih tetap Faqih Sulthan. Faqih mengatakan sudah mantap memilih calon pemimpin pada Pilkada serentak nanti.

“Antusias dong, ada jagoanku,” ujar Faqih penuh semangat.

Sebelum memilih, Faqih mengungkapkan dia mencari tahu berbagai informasi tentang calon pemimpin tersebut. Selain itu, dia juga memperhatikan program-program yang diusung para pasangan calon (paslon). Dari situlah Faqih akhirnya memantapkan pilihannya pada salah satu paslon yang sesuai dengan kriteria pemimpin yang dia inginkan.

“Aku sudah punya pilihan. Track record-nya bagus menurutku, pernah membongkar mafia BUMN khusus kasus tambang Freeport. Dia mengusung program pemerintahan yang adil dan anti korupsi,” jelas Faqih.

Setali tiga uang dengan Faqih, Elsanti Andalusia juga sudah memantapkan keputusannya untuk memilih salah satu calon pemimpin untuk Pilkada 2018 nanti.

“Aku lihat dari rekam jejaknya, partai pengusung, sampai rekam jejak kader partai pengusung,” ujar perempuan yang akrab disapa Elsa ini.

Elsa menyadari peran pentingnya dalam kesuksesan Pilkada nanti. Menurut Elsa, sebagai warga Indonesia yang memiliki hak untuk memilih, generasi muda memiliki tanggungjawab untuk mendukung atau mengkritisi setiap kebijakan yang dibuat pemimpin. Karena itulah dia nggak mau sembarangan memilih pemimpin.

“Harus menganalisis sedini mungkin calon mana yang bakal dipilih. Seperti jargon orang jawa, harus diperhatikan bibit, bebet, bobotnya,” terang Elsa.

Elsa mengungkapkan, calon pemimpin yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang memiliki ilmu, ketagasan, dan pengalaman yang cukup dalam memberantas korupsi.

Wah, Faqih dan Elsa sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari tuh, Millens. Kalau kamu gimana? Ingat lo, jangan sembarangan coblos. He-he (Putri Rachmawati/E04)