Bila Resmi Terpilih, Ganjar Siap Mengakomodasi Program Sudirman Said

Ganjar mengatakan siap mengakomodasi program positif lawannya, Sudirman Said yang direncanakan untuk Jawa Tengah bila dirinya benar-benar terpilih nanti.

Bila Resmi Terpilih, Ganjar Siap Mengakomodasi Program Sudirman Said
Ganjar dan Yasin diusung pendukung (Kompas.com)

Inibaru.id – Sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat Pilgub Jateng pada Rabu (27/6/2018) menyatakan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin unggul dari lawannya, Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Hasil hitung cepat yang dilakukan Indobarometer, Ganjar-Yasin mengumpulkan 56,74 persen suara, sedangkan Sudirman-Ida hanya memperoleh 41,42 persen suara.

Menanggapi hasil hitung cepat tersebut, Ganjar mengaku terharu dengan hasil itu. Ganjar menyampaikan perasaannya melalui akun Instagram pribadinya.

Kami bangga, kami terharu, karena bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan baik-baik dan kita tetap bersaudara ya. Sampai ketemu lagi, dukung kami, kritik kami, berikan masukan kami untuk Jawa Tengah yang lebih baik, transparan, yang bersih, yang melayani. Matur nuwun.

Pada Rabu (27/6/2018) pukul 16.20 WIB, Ganjar dan pasangannya, Taj Yasin diketahui menyambangi Kantor Sekretariat DPD PDIP Jawa Tengah. Saat tiba, keduanya langsung dieluk-elukkan dan digendong para relawan. Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga mengatakan bila dirinya siap mengakomodasi program-program yang dirancang Sudirman-Ida.

“Banyak ide-ide brilian dari Pak Dirman dan Mbak Ida yang akan kami akomodasi. Kami juga akan belajar dari beliau untuk bisa dimasukkan program-program di Jawa Tengah. Saya kira program mereka banyak yang bagus,” tutur Ganjar seperti yang ditulis Tribunnews.com, Kamis (28/6).

Pasangan yang diusung PDIP, Golkar, Demokrat, dan Nasdem ini pun langsung bertolak ke Jakarta pada Kamis (28/6) untuk menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno. “Saya mau melaporlah, kan anak buah, tapi belum tahu kan. Kalau hari ini saya belum tahu, saya minta jadwal, kalau bisa ya hari ini, mumpung saya di Jakarta,” ucap Ganjar di Gedung KPK Kuningan, Jakarta. (IB15/E04)