Kampanye di Media Sosial, Bosan Nggak Sih?

Jelang Pilkada 2018, beragam kampanye politik yang digaungkan para kandidat terdengar dari semua penjuru termasuk media sosial. Em, kamu terganggu atau nggak sih?

Kampanye di Media Sosial, Bosan Nggak Sih?
Kampanye di sosial media. (Bogor.online.com)

Inibaru.id – Media sosial memang nggak bisa dianggap sebelah mata, apalagi pada masa-masa politik seperti sekarang. Terbukti, sejumlah kandidat melakukan aksi kampanye di media sosial. Tujuannya nggak lain adalah menggaet massa terutama kaum millenials yang nggak bisa lepas dari gawai.

Tentu saja ada yang merasa senang tapi ada yang malah terganggu dengan aktivitas tersebut. Nah, salah seorang pengguna aktif media sosial Trias Haprimita menceritakan pendapatnya mengenai hal ini. Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosiologi Universitas Brawijaya itu menganggap Pilkada yang digelar dalam waktu dekat ini menjadi ajang untuk menyasar pemilih pemula yakni anak muda. Jadi, dia merasa nggak terganggu.

“Kampanye di media sosial itu wajar, tapi tergantung isi kampanyenya. Kalau tidak mem-blow up berita-berita hoax itu akan baik-baik saja. Justru, media sosial itu jadi wadah yang signifikan buat mereka berkampanye,” papar Trias.

Trias menambahkan, dia tidak terganggu dengan adanya kampanye di media sosial lantaran hal tersebut justru membantunya untuk mengenal pasangan calon terkait program dan background mereka.

Maraknya kampanye di sosial media. (Kompas.com)

Nggak jauh berbeda dengan Trias, Abdul Sayyid juga merasa nggak terganggu dengan adanya kampanye itu.

“Zaman sekarang, kampanye Pilkada di media sosial itu sudah menjamur. Kendati begitu, saya tidak merasa terganggu karena di media sosial siapa saja bebas melakukan aksinya,” ujar Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu.

Berbeda dari Trias dan Abdul, M Rifqi berpendapat sebaliknya. Dia melihat kampanye Pilkada di media sosial itu adalah ajang untuk pencitraan.

“Memang banyak kampanye Pilkada di media sosial, tapi lebih baik mereka bisa terjun langsung untuk berinteraksi dengan masyarakat atau melakukan blusukan,” tandasnya.

Rifqi menambahkan, blusukan tersebut justru bisa membuat calon pemimpin lebih mengenali masyarakatnya dengan baik. Dengan begitu, masyarakat juga bisa mengenali calon pemimpinnya dan menjatuhkan pilihannya dengan calon yang dianggapnya sesuai dengan keinginannya.

Media sosial memang memiliki andil yang besar di era sekarang ini. Kamu bisa memperoleh beragam informasi dari situ. Eits, tapi ingat ya kamu harus mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Jangan sampai kamu terjerumus percaya dengan kampanye-kampanye yang nggak terbukti kebenarannya.

Selamat berpesta demokrasi, Millens. Jangan golput ya! (Hayyina Hilal/E04)